Rabu, 23 Januari 2019 |
Ekonomi

Masyarakat Tertipu Investasi Bodong, ini faktornya

Minggu, 30 September 2018 07:21:24 wib
Tongam L Tobing, Ketua Satgas Waspada Investasi (foto: Diki Wahyudi)

JAMBIDAILY BOGOR, Jawa Barat - Keserakahan merupakan faktor utama yang disebut Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing, yang menjadi faktor utama maraknya masyarakat tertipu investasi ilegal alias bodong (Sabtu, 29/09/2018).

Tongam L Tobing menambahkan, yang paling perlu diwaspadai adalah apabila ada penawaran yang diberikan kepada kita.

“Jika ada penawaran kita harus mengenali 2 L, yakni Legalnya serta Logisnya. Legal artinya, kan jika ada penawaran yang memberikan imbal dengan hasil tinggi, tanyakan izinnya, izin badan hukum dan izin kegiatan usaha. Kemudian lihat logisnya, rasional kah kalau dibandingkan dengan suku bunga rata-rata bank, karena bank rata-rata suku bunganya antara 5 atau 6% pertahun,” ungkapnya mengingatkan.

“Jangan percaya kalau ada yang menawarkan 1% per hari dan 10% per bulan. Oleh karena itu, masyarakat waspada jangan mudah tergiur dengan investasi tinggi. Seperti saat inikan kebanyakan masyarakat yang menjadi korban investasi ilegal serta arisan online yang tidak memiliki badan hukum serta izin,” Jelasnya disela-sela pelatihan kepada jurnalis se-Sumbagsel saat kegiatan Pelatihan dan Media Gathering di hotel Aston, Sentul, Bogor (29/9) malam.

Dirinya saat memberikan pelatihan, berkali-kali menekankan pentingnya masyarakat faham dan waspada terkait investasi.

“Kami lihat adalah karena keserakahan. Artinya, orang yang tidak puas dengan kondisi yang saat ini, ada uang ditanamkan dengan investasi yang memang tidak masuk akal. Tadi bunga 1% per hari, 10% per bulan, ini kan tidak masuk akal. Tingkat pendidikan juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhinya. Juga dari tingkat literasi masyarakat yang rendah. Masyarakat belum mengenal produk-produk keuangan secara baik. Nah...ini tugas kita bersama, sebenarnya untuk meningkatkan literasi masyarakat agar lebih mengenal produk-produk keuangan, sehingga tidak terjebak dengan penawaran investasi ilegal,” Pungkas Tongam L Tobing.

Pelatihan yang dibalut Gathering Media, dilaksanakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Wilayah 7 Sumbagsel berlangsung sejak 28 September lalu dan diikuti oleh 56 Jurnalis yakni dari Jambi, Palembang, Bengkulu, Bangka Belitung dan Lampung.


Penulis: Diki Wahyudi
Editor: Hendry Noesae

KOMENTAR DISQUS :

Top