Senin, 22 Oktober 2018 |
Suaro Wargo

Meilisa Firdaus: Faktor Yang Mempengaruhi Kecurangan Akademik Pada Siswa

Rabu, 20 Juni 2018 09:15:03 wib

JAMBIDAILY SUARO WARGO - Kecurangan akademik merupakan suatu permasalahan dalam dunia pendidikan yang bisa terjadi dimana saja. Kecurangan akademik dapat diartikan sebagai perilaku yang dilakukan dengan sengaja oleh pelajar, meliputi beberapa bentuk perilaku seperti kecurangan dalam menghadapi ujian dan mengerjakan tugas, mencontek, plagiarism, mencuri serta memalsukkan segala sesuatu yang berhubungan dengan bidang akademik. Beberapa faktor yang mempengaruhi kecurangan akademik pada siswa diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Pendidikan moral, baik di rumah maupun di sekolah kurang diterapkan dalam kehidupan siswa. Siswa yang memiliki level kejujuran yang rendah akan lebih sering melakukan perilaku curang.
  2. Tekanan yang diberikan orang tua untuk mendapatkan hasil studi yang tinggi mengakibatkan siswa memilih melakukan perilaku curang.
  3. Sikap malas yang tertanam pada diri siswa sehingga ketinggalan dalam menguasai materi pelajaran yang diberikan guru dan kurangnya rasa bertanggung  jawab.
  4. Siswa kurang mengerti arti pendidikan yang sesungguhya, bahwa ilmu jauh lebih penting dari pada sekedar nilai.
  5. Prokrastinasi atau kegiatan menunda-nunda tugas dan memiliki kesiapan yang rendah saat menghadapi ujian.
  6. Pikiran negatif siswa yang takut dianggap bodoh atau dimarahi orang tua karena mendapat nilai jelek.

 

Perilaku kecurangan akan mengakibatkan siswa tidak memiliki kepercayaan diri, tidak disiplin, tidak bertanggung jawab, tidak mau berusaha, tidak mau membaca buku namun rajin membuat catatan kecil untuk mencontek. Beberapa cara untuk mengatasi masalah kecurangan akademik adalah sebagai berikut:

  1. Perlunya penanaman akhlak dan moral pada siswa, bahwa sifat curang adalah sifat yang tidak baik. Dan kejujuran adalah pondasi bagi kesuksesan di masa depan.
  2. Meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya belajar. Sehingga keinginan belajar siswa tersebut muncul berdasarkan keinginan sendiri, bukan merupakan paksaan dari orang lain. Di sarankan agar orang tua tidak terlalu memaksakan agar sang anak memperoleh nilai yang tinggi. Karena disamping itu, melihat anak kita tumbuh menjadi pribadi dengan kejujuran dan usahanya sendiri lebih jauh membanggakan. Ketimbang anak memiliki nilai akademik yang tinggi, namun diperoleh dengan cara yang curang.
  3. Memaksimalkan peran Bimbingan Konseling di Sekolah. Bimbingan konseling mempunyai peran yang sangat penting bagi pembentukan karakter dan kepribadian siswa di sekolah.
  4. Perlunya penataan kelas ujian yang baik sehingga siswa kesulitan untuk mencontek dan berbuat curang saat ujian.
  5. Membentuk kelompok belajar siswa yang terdiri dari siswa yang memiliki tingkat pemahaman belajar yang baik dan siswa yang memiliki tingkat pemahaman belajar yang kurang. Sehingga siswa dengan kecerdasan yang baik ini mampu membantu temannya agar memiliki kesiapan dalam menghadapi ujian.

 

 

 

...
Ditulis Oleh
Nama: Meilisa Firdaus
Jurusan Matematika, semester 2
Universitas islam negeri sulthan thaha syaifuddin Jambi

 

 

 

 

*Isi Artikel sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis

KOMENTAR DISQUS :

Top