Selasa, 11 Desember 2018 |
Ekonomi

Melalui DAK, Tanjabtim Akan Bangun Tiga Pasar Tradisional

Rabu, 24 Januari 2018 16:08:08 wib
ilustrasi

JAMBIDAILY MUARASABAK - Di tahun 2018, sesuai dengan DPA Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) akan di bangun 3 (Tiga) pasar tradisional dan Satunya pembangunan los ikan pasar menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemerintah Pusat. Diantaranya pembangunan pasar di Desa Lambur II Kecamatan Muarasabak Timur, pasar Rantau Indah Kecamatan Dendang, pasar Teluk Majelis Kecamatan Kuala Jambi dan pembangunan los ikan pasar Blok D Kecamatan Geragai. 

Hal ini disampaikan Kepala Disperindag Tanjabtim, Hero Suratman, melalui Kabid Perdagangan, Awalludin, ketika ditemui diruang kerjanya yang mengatakan, dana pembangunan pasar tersebut sebesar Rp 4,5 milyar lebih dari DAK Pusat. Menurutnya, keempat pasar yang akan dibangun sudah memenuhi syarat. 
"Kenapa Empat wilayah itu yang dipilih untuk pembangunan Pasar?. Karena memang wilayah itu memiliki legalitas hak tanah, dan memenuhi syarat. Di Lambur II syarat utamanya adalah fasilitas umum, Rantau Indah fasilitas umum, Blok D Geragai fasilitas umum dan Teluk majelis merupakan tanah hibah," katanya Rabu (24/1). 

Syarat lainnya yang paling pokok sesuai dengan juknis, harus ada cikal pasar. Seperti pedangangnya sudah banyak dan pasar sudah buka Tiga kali Satu minggu. Tidak mesti pasar harian yang dibangun, Tiga kali Satu minggu pun juga bisa. "Dan yang paling penting yakni tanah pasar harus benar-benar clear, tidak ada sengketa. Itu yang paling krusial didalam pembangunan," ungkapnya. 

"Kalau untuk proses pelaksanaan, teknis dan juknis pembangunan pasar menurut informasi dari Kementerian, akan dilaksanakan di minggu kedua bulan Februari 2018 mendatang," tambahnya. 

Menurutnya, dari 27 pasar yang terdata di Tanjabtim, hanya sekitar 40 persen yang tanah hibah. "Saya contohkan, di pasar Simbur Naik, pedangang disana berjualan dipinggir jalan. Jadi kita tidak bisa mengusulkan membangun pasar disitu, karena tidak tanah," jelasnya. 

Kemudian untuk diketahui, pada tahun 2018 ini, APBD tanjabtim menganggarkan untuk mendukung kegiatan pasar. "Alhamdulillah pada tahun 2017 lalu, pasar Muarasabak Barat II sudah digunakan. Dan pasar di Kota Terpadu Mandiri (KTM) yang selama Satu tahun tidak digunakan, dengan adanya penambahan fasilitas pendukung di 2017, seperti jalan lingkungan dan jembatan, untuk Dua pasar diwilayah Kota Baru dan Suka Maju sudah berjalan," tukasnya.(*)

Penulis: Hendri R
Editor: Hery FR

KOMENTAR DISQUS :

Top