Minggu, 19 Januari 2020 |

Meleset...Target PAD 68,38 Milyar, Baru Tercapai 21 Milyar

Selasa, 07 Juli 2015 01:33:22 wib
ilustrasi PAD (copyright yahoo.com)

JAMBIDAILY BANGKO-Memasuki pertengahan tahun 2015, realisasi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Merangin masih rendah. Pasalnya hingga bulan Juni 2015  dari target Rp 68,38 Miliar, baru tecapai Rp 21,044 Miliar, atau sekitar 30,78 persen.

Hal ini sesuai dengan data yang dirilis Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Merangin. Dari 18 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang wajib menyetor PAD,  hanya beberapa instansi saja yang sudah mencapai 50 persen.

Jailani, Kepala Dispenda Merangin, mengatakan beberapa SKPD memang mengalami sejumlah Kendala beragam. Sehingga membuat realisasi PAD minim.  

“Memang ada beberapa kendala yang dihadapi oleh sejumlah SKPD, sehingga capaian target PAD sampai Bulan ini baru terealisasi sekitar 30 persen saja,” ujar Jailani.

Dari data tersebut ada dua SKPD yang sejauh belum sama sekali menyetorkan PAD, yakni  Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Dua SKPD ini memang belum ada realisasinya sama sekali,” terang Jailani.

Nihilnya realisasi PAD dua SKPD tersebut, disebabkan kendala yang berbeda. Untuk ESDM katanya, semula ditargetkan sebesar Rp 300 Juta, hal ini awalnya di targetkan berasal dari retribusi perusahaan Batubara yang beberapa waktu lalu masih aktif di Merangin.

“Untuk ESDM, Awalnya memang diperkirakan akan terpenuhi targetnya dari retribusi batu bara yang ada, namun seperti yang kita tahu, sekarang kan sudah tidak aktif lagi, makanya jadi nol,” terang Jailani.

Sementara untuk BPBD dijelaskan Jailani, ditargetkan sebesar Rp 3.000.000, yang bersumber dari sewa armada damkar, sejauh ini juga belum terpenuhi.

SKPD lain yang masih terhitung minim realisasi PAD nya, dikatakan Jailani juga disebabkan berbagai kendala yang cukup beragam. Seperti dinas Kopreasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) misalnya, dari Rp 25 juta target PAD yang di tetapkan, sejauh ini instansi tersebut baru mampu memenuhinya sebesar Rp 2.000.000 atau 8,00 Persen.

“Kalau Diskoperindag ini lain lagi kendalanya, ini masih minim karena target terbesarnya itu di sector Retribusi Tera/pengukuran barang. Namun karena mereka (koperindag_red) belum punya alatnya, makanya belum ada realisasinya sama sekali,” terangnya.

Masih dari data yang terakhir diterima Dispenda kabupaten Merangin sampai bulan Juni 2015 ini, SKPD dengan persentase realisasi PAD tersbesar sejauh ini adalah Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), yakni sudah mencapai 90 persen dari target yang di tetapkan sebesar Rp 45.000.000.

Sementara Dinas Kesehatan berada di urutan kedua dengan realisasi sebesar Rp 3,46 Miliar dari target Rp 8,13 Miliar, atau setara dengan 42 Persen. Selanjutnya Dishubkominfo sejauh ini berhasil menyumbang 36 persen dari target Rp 2 Miliar yang di tetapkan. Diikuti oleh Dispenda dengan capaian Rp 5,89 Miliar, au 33,26 persen dari jumlah Rp 17,72 Miliar yang ditargetkan.(jambidaily.com/NZR)

 

KOMENTAR DISQUS :

Top