Selasa, 11 Desember 2018 |
Nasional

Menag, Lukman Hakim: Pesantren Pelopor Patriotisme

Kamis, 25 Oktober 2018 14:58:52 wib
Menag, Lukman Hakim Saifuddin/Foto: Tim Humas Kementerian Agama RI

JAMBIDAILY  NASIONAL - Gempa bumi di Lombok, NTB dan Palu-Donggala, Sulteng, menjadi ujian yang berat bagi bangsa Indonesia. Berbagai bencana alam memberi pelajaran penting agar semua elemen bangsa selalu menjaga persatuan dan kesatuan, agar lebih kuat dalam menghadapi berbagai persoalan.

Demikian dikatakan Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin pada acara Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) V di Bumi Perkemahan Abdurrahman Sayoeti Musa, Sungai Gelam, Muaro Jambi, Jambi Kamis (25/10/2018).

Didepan 5000 orang yang hadir pada pembukaan acara PPSN V ini, Menag meminta para santri menjadi pionir dalam misi persatuan dan kesatuan bangsa. Pada saat kelompok Islam lain mendapat pengaruh radikalisme yang dapat membahayan keutuhan negara, santri diharap selalu konsisten pada jalur keislaman yang bervisi keindonesiaan.

“Perkemahan ini adalah salah satu ikhtiar menggalang persatuan dan kesatuan generasi muda dan memperkuat rasa kepedulian terhadap masyarakat, bangsa dan negara,” kata Menag. 

Penanaman nilai idealisme dalam bentuk kegiatan, kata Menag, penting agar idealisme selalu tertanam dalam diri generasi muda Indonesia.

Pada perkembangan terakhir ini, kelompok-kelompok radikal selalu mempertentangkan antara keislaman dengan keindonesiaan. Dengan simbol-simbol islam, kelompok ini melakukan hal-hal yang berimplikasi memecah belah persatuan bangsa.

Namun sejarah pesantren cukup kental dengan warna nasionalisme dan patriotisme. Pada masa penjajahan, pesantren menjadi tempat penggemblengan para penjuang. Dan kini negara kita telah lama memasuki gerbang pembangunan sehingga pola hidup sebagian masyarakat telah bergeser. Semangat kebangsaan dan kebersamaanpun mulai luntur.

“Tetapi pesantren harus terus menggelorakan pentingnya cinta tanah air dan patriotisme,” tegasnya lagi.

Upaya pesantren menjaga keindonesiaan ini ternyata sejalan dengan vsi misi gerakan pramuka di Indonesia, sebagai gerakan yang bervisi bela negara demi mempertahankan keindonesiaan.

“Dari roh pesantren dan jiwa pramuka itu tercetuslah Perkemahan Pramuka Santri Nusantara ini,” tambah Menag.

Maka Menag berjanji, kegiatan ini akan dilakukan terus secara rutin, agar gelora kebangsaan terus berkobar dan mengalir dalam darah generasi muda. 

Acara PPSN V Tahun 2018 ini akan berlangsung selama tujuh hari dengan 12 rangakain kegiatan, seperti  pagelaran santri nusantara, istighosah, teknik kepramukaan dan lain-lain. Pesertanya berjumlah 3.992 pramuka santri dari berbagai pesantren dan sekolah Islam dari 34 provinsi.


Rilis: Tim Humas Kementerian Agama RI

KOMENTAR DISQUS :

Top