Selasa, 19 Februari 2019 |
Wisata & Budaya

“Mengaji Puisi" Hendry Nursal: Dibalik Kisah Setengah Gelas Kopi

Sabtu, 02 Februari 2019 07:46:44 wib
Hendry Nursal/Foto: Dok.Ist

...
Aku ingin bertasbih
Walaupun sejadah-Mu ku tabor lotre

Aku ingin bermunajat
Walaupun seruan-Mu ku senyapkan

Serbuk kulit yang terkikis, ku tadah
Doa lirih

(Sajak Dentang, Hendry Nursal)


JAMBIDAILY SENI, Budaya - Demikianlah sepenggal sajah Hendry Nursal yang secara utuh  akan tersaji pada malam ‘MeNGAJI PUISI” Dibalik Kisah Setengah Gelas Kopi (2/2) di panggung Tempoa Art Gallery yang dirangkai menjadi satu dengan dengan pembukaan Pameran Foto Koleksi 5AW dan Fotografer Jakarta. Hendry akan menyajikan 20 sajak yang ditulisnya dari tahun 2009 s.d 2018. Sajak-sajak yang ditampilkan mengangkat renungan personal yang disajikan dalam kesederhanaan bahkan terkesan lugu.

Hendry mengawali debutnya sebagai pelaku seni sejak tahun 1999 dengan bergabung bersama Teater Tiang Tuo sanggar yang ada di sekolahnya. Beberapa pertunjukan produksi sanggarnya ia terlibat secara penuh, diantaran Khotbah (WS Rendra/garapan Ide Bagus Putra), Robohnya Surau Kami (AA.Navis/garapan Ide Bagus Putra), dan teater mini kata Dolanan (garapan Ide Bagus Putra). Tidak lebih kemudian, tepatnya tahun 2000 kegiatan berolah lakon dilanjutkan Hendry ke Teater Tonggak asuhan Didin Siroz hingga kini.

Melalui dunia panggung Hendry berkenalan dengan sastra secara tidak langsung, kedekatan dengan sejumlah penyair Jambi membuat ia tertarik untuk melirik puisi sebagai ungkapan estetik. Maka bermula dari sejumlah panggung lomba baca puisi Hendry menjajal kemampuannya untuk menulis puisi dan sekaligus menjadi deklamator. Sebagi deklamator Hendry pernah dipercaya sebagai pemengang tropi Ari Setya Ardhi (ASA) Award (2006).

Kini dunia panggung puisi lebih banyak menjadi penggembara sunyi bagi Hendry. Kehadirannya di panggung puisi Tempoa Art Gallery adalah semacam kerinduan untuk kembali mengaum disela kesibukannya sebagai seorang jurnalis. Dan tentu saja kita berharap Hendry tidak kehilangan pukau. Mengaumlah panggung puisi Jambi. (IBP)

 

Editor: Hendry Noesae

 

Berita Terkait:

KOMENTAR DISQUS :

Top