Selasa, 11 Desember 2018 |
Suaro Wargo

Mengenal Lembaga Keuangan Islam, Aman, Halal dan Menguntungkan

Senin, 26 November 2018 16:02:08 wib
ilustrasi/pikiranumat.com
JAMBIDAILY SUAROWARGO - Pada zaman sekarang dengan berbagai kegiatan ekonomi, semua orang pasti mengenal yang namanya lembaga keuangan, segala transaksi ekonomi bisa dilakukan dengan perantara lembaga keuangan, seperti bank, di bank kita dapat menyimpan uang berupa tabungan, meminjam uang berupa kredit, melakukan pembayaran melalui transfer via ATM bahkan mobile banking.
 
Namun apakah produk-produk yang ditawarkan oleh bank umum sudah sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, tentu tidak karena dasar itu hadirlah lembaga keuangan islam di indonesia sebagai solusi transaksi ekonomi untuk masyarakat indonesia yang mayoritas muslim. Disini kami akan menjelaskan beberapa hal tentang lembaga keuangan islam di Indonesia.
 
1. Perbedaan lembaga keuangan konvensional dan lembaga keuangan islam

 Lembaga keuangan konvensional

 Lembaga keuangan islam

  • Menciptakan bunga sebagai harga, untuk produk seperti simpanan giro, tabungan maupun deposito dan produk pinjaman (kredit)
  • Menetapkan bagi hasil (profit and loss sharing) sebagai usaha patnership antara pemodal dan pengelola baik berupa produk simpanan maupun produk pembiayaan
  • Orientasi keuntungan semata tidak melihat halal-haram
  • Orientasi falah atau keridhoan allah, memperhatikan halal haram

 

  • Hubungan nasabah dalam bentuk debitur-kreditur
  • Hubungan dengan nasabah dengan prinsip kemitraan
  • Untuk jasa lainnya pihak  perbankan konvensional menggunakan atau menerapkan biaya-biaya dalam nominal atau presentase tertentu. Sistem pengenaan biaya ini disebut dengan istilah fee based
  • Untuk jasa jasa-jasa bank lainya pihak perbankan menggunakan sistem upah, jual beli bukan presentase uang
 
 
2. Jenis lembaga keuangan islam di indonesia 
a. Bank syariah 
Bank merupakan suatu lembaga keuangan yang mempunyai fungsi utama nya adalah menerima simpanan uang dan menyalurkan kembali berupa pinjaman Pada awalnya istilah bank tidak dikenal dalam islam. Yang lebih dikenal adalah jihbiz. Jihbiz mempunyai arti penagih pajak
 
Pada zaman bani Abbasiyyah jihbiz dikenal dengan profesi penukaran uang namun lama-kelamaan selain melakukan penukaran uang jihbiz juga menerima titipan dana , meminjamkan uang dan jasa pengiriman uang.
 
Secara garis besar produk perbankan syariah dapat dibagi menjadi tiga yaitu produk penyaluran dana, produk penghimpunan dana dan produk jasa diberikan bank kepada nasabahnya.
 
b. Asuransi Syariah
Asuransi adlah usaha saling melindungi dan tolong menolong diantara sejumlah pihak melalui investasi. Akad pada operasional asuransi syariah dapat didasrakan pada akad tabarru’, yaitu akad yang didassrakan pada pemberian dan pertolongan dari satu pihak kepada pihak lain. Akad ini mempunyai tujuan utama yaitu terwujudnya kondisi slaing tolong menolong antara peserta asuransi untuk slaing menanggung bersama.
 
c. Pasar Modal Syariah
Istilah sekuritas (securities) seringkali disebut juga dengan efek, yaiutu sebuah nama kolektif untuk macam-macam surat berharga semisal sham, obligasi, surat hipotik, dan jenis surat berharga lainnya. Adapun yang dimaksud dengan sekuritas syariah atau efek syariah adalah efek sesuai dalam peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal, yang akad pengelolaan perusahaan, maupun penerbitannya memenuhi rinsip-prinsip islam.
 
d. Lembaga Zakat
zakat dalam arati fikih berarti sejumlah harta tertentu yang diwajibkan Allah SWT diserahkan kepada orang-orang yang berhak.
 
 
3. Manfaat Lembaga Keuangan Islam di Indonesia
 
Manfaat dari lembaga keuangan islam diantaranya memenuhi kebutuhan masyarakat akan dana sebagai sarana untuk melakukan kegiatanekonomi yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah  secara terperinci manfaat dari lembaga keuangan islam adalah sebagai berikut:
 
a. Penghasil asset
Bank dan lembaga keuangan non bank akan memberikan pinjaman kepada pihak yang membutuhkan dana jangka waktu tertentu yang telah disepakati berdasarkan prinsip-prinsip syariah.
 
b. Transaksi
Memberikan kemudahan kepada pelaku ekonomi untuk melakukan transaksi barang dan jasa
 
c. Likuiditas 
Unsur surplus dapat menempatkan dana yang dimiliki dalam bentuk produk-produk berupa giro, tabungan, deposito, dan sebagainya.
 
d. Efisiensi
Menurunkan biaya transaksi dengan jangkauan pelayanan. Peran bank dan lembaga keuangan non bank adalah broker, yaitu mempertemukan pemilik dan pengelola modal.
 
Dari penjelasan diatas maka penulis berpendapat bahwa Lembaga keuangan islam lebih baik daripada lembaga keuangan konvensional karena tidakada pihak yang merasa di rugikan. Karena dalam lembaga keuangan islam keuntungan yang didapat dari hasil transaksi akan di bagi sesuai dengan prinsip-prinsip islam yaitu bagi hasil denagn nasabah sedangkan lembaga keuangan konvensional lebih mementingkan pada mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya. 
 
 
 
 
 
 
...
Ditulis Oleh:
- Aulia Hersi Meighina
- Aqbar save al catraz
- Angga dila pratama
- Fauzan Azim
 
 
 
Mahasiswa Jurusan Akuntansi/Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Negeri Jambi
 
 
 
 
 
*isi/sumber/referensi dari Artikel sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis

KOMENTAR DISQUS :

Top