Jumat, 24 Mei 2019 |
Nasional

Menteri Rini Bidik Progres Kereta Cepat 59 Persen Akhir Tahun

Selasa, 14 Mei 2019 14:56:12 wib
Ilustrasi lahan proyek kereta cepat. (ANTARA FOTO/Novrian Arbi).

JAMBIDAILY NASIONAL - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menargetkan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung mencapai 59 persen sebelum penghujung tahun ini. Sampai saat ini, progres pembangunan kereta cepat telah mencapai 17,5 persen.

"Kalau sekarang 17,5 persen, tujuh bulan lagi bisa targetkan sampai 59 persen. Kami harap sudah tidak ada kendala yang signifikan," ujarnya di Walini, Bandung Barat, mengutip Antara, Selasa (14/5). 

Terkait pembebasan lahan, Rini memastikan nyaris mencapai 100 persen. Tersisa empat persen yang akan segera dirampungkan dan diyakini tidak ada masalah. "Terkait izin-izin, Gubernur Jawa Barat dan Kabupaten Bandung Barat semuanya sangat mendukung," jelasnya. 

Saat ini, proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung sudah resmi tersambung melalui terowongan di Walini. Terowongan dengan panjang 608 meter ini merupakan terowongan pertama dari 13 terowongan yang akan dilalui kereta cepat. 

Konstruksi terowongan di Walini dimulai sejak semester kedua 2017 lalu, mencakup tahap konstruksi guide wall dan pipe roof. 

Setelah berhasil ditembus, pengerjaan terowongan akan terus dilanjutkan dengan pekerjaan konstruksi lainnya, seperti tracking, signaling, dan pemasangan kabel. 

Selanjutnya, Rini berharap pembangunan seluruh stasiun kereta cepat bisa rampung bersamaan dengan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. "Walini ini termasuk stasiun yang besar. Setelah lebaran, pembangunan stasiun di sini sudah dimulai," terang dia. 

Ia menjelaskan proyek kereta cepat akan tuntas pada 2020 mendatang. Pada saat itu, ia meminta seluruh pembangunan stasiun pun rampung. "Karena pada Januari 2021, uji coba running kereta cepat. Itu kami harap seluruh stasiun sudah selesai semua," katanya. 

Tak cuma stasiun, ia juga meminta pembangunan Transit Oriented Development (TOD) segera dimulai. Walini menempati lahan seluas 1.278 hektare (ha). Ini merupakan salah satu titik proyek kereta cepat yang diproyeksikan sebagai kawasan TOD.


(Antara/bir)/cnnindonesia.com

KOMENTAR DISQUS :

Top