Rabu, 12 Desember 2018 |
Nasional

Merasa Di Curangi PT .Agrowiyana, Warga melakukan Aksi Panen Massal

Senin, 24 Agustus 2015 17:59:33 wib
ilustrasi

JAMBIDAILY PERISTIWA-  Ratusan warga Desa Lubuk Resam kecamatan CNG, Kabupaten Sarolangun melakukan aksi mosi tidak percaya kepada Perusahaan Perkebunan Kelapa  Sawit PT. Agrowiyana,  yang dinilai menggarap lahan warga setempat dengan luas sekitar 315 H dengan sistim bagi hasil 50-50.

Tapi kenyataannya hasil pembagian yang di terima warga tidak sesuai yang diharapkan, warga hanya menerima pembagian Rp 20 .000/hektar untuk setiap bulannya.

Di karenakan warga merasa di curangi oleh perusahaan, maka ratusan Warga yang mempercayakan  lahannya di garap PT Agrowiyana, pada kamis dan jum’at kemaren melakukan  melakukan panen massal di area perkebunan PT Agrowiyana dan hasil panenya tidak di serahkan ke pihak perusahaan.

Aksi tersebut  di picu karena pihak perusahaan tidak merespon keinginan warga selaku pemilik lahan yang menginginkan agar pihak perusahaan tidak curang dalam pengolahan hasil kebunnya. Menurut Catatan warga, Pihak perusahaan ada melakukankcurangan dalam penghitungan hasil sehinnga kebun milik warga seluas 315 hektar hanya menghasilkan Rp. 12 Juta setip bulannya.

Selain itu, Aksi warga tersebut dipicu dengan dugaan ada oknum karyawan perusahaan yang melakukan pencurian buah sawit di kebun itu, Namun pihak perusahaan tutup mata.

Sudirman, salah Satu tokoh adat desa lubuk resam saat di mintai keteranga sejumlah media yang meliput aksi tersebut, jum’at (21/8). Menuturkan bahwa beberapa waktu yang lalu, tokoh masyarakat sudah menangkap tangan aksi pencurian buah sawit yang lakukan  oknum mandor di perusahaan itu, serta melaporkannya ke pimpinan PT. Agrowinyana, Namun pihak perusahaan tidak memberikan sangsi apapun kepada oknum tersebut.

Hal senada juga di utarakan Sal Asri selaku sekdes desa Lubuk Resam yang sudah mengaku kecewa dengan sikap perusahaan.

 “ kami sudah meminta  pihak perusahaan mau menjelaskan sekaligus menyelesaikan persoalan ini, Tapi kesannya pihak perusahaan selalu menghindar, Selain itu warga merasa di curangi dengan pembagian hasil. Mustahil Sawit Satu hektar Cuma menghasilhan Rp.40 Ribu/ bulan. Sehinnga wajar warga kecewa dan melakukan aksi mosi tidak percaya” ujarnya Sal Asri.

Terkait masalah tersebut, jambidaily.com berusaha mengkonfirmasi Manager PT. Agrowinya via HP, tapi yang menjawab selalu operator seluler dengan jawaban bahwa nomer tersebut tidak aktip atau di luar jangkauan. (jambidaly.com/AJI)

KOMENTAR DISQUS :

Top