Minggu, 25 Agustus 2019 |
Peristiwa

Merasa "Dicuekin" Masalah Izin, Akhirnya Plt Sekda Tinjau Kegiatan PT EWF

Selasa, 03 Mei 2016 22:29:33 wib
Plt Sekda Batangahari Bachtiar SP meninjau kegiatan Usaha PT EWF di Batanghari

JAMBIDAILY PERISTIWA-Merasa "ancaman" Pemkab Batahari terkait perizinan belum ditindaklanjuti (dicuekin-red) PT Erasakti Wira Wira Forestama (EWF), akhirnya Plt Sekda Batanghari, Bachtiar SP mendadak melakukan peninjuan perusahaan pengumpulan buah sawit di Desa Pelayangan Kecamatan Muara Tembesi tersebut.

BACA JUGA: Hmmm....Bupati "Ancam" Penutupan, PT ESWF Pilih Diam dan Diduga Terus Beroperasi

Plt Sekda, beserta rombongan, Selasa 03 Mei 2016, langsung bertemu dengan Doan yang merupakan manajer lapangan PT EWF.

Dalam pertemuan tersebut, Plt Sekda minta PT EWP mengurus izin. Bahkan sekda menegaskan, akan memanggil Akiang sebagai pimpinan perusahaan tersebut.

"Segera akan saya layangkan surat kepada pimpinan perusahaan PT EWF di Jambi agar bisa menghadap saya selaku Plt Sekda Batanghari,"tegas Bachtiar.

Sementara itu, Doan selaku manajer lapangan, akan segera memberitahukan pimpinan perusahaan (Aking-red) di Jambi terkait perizinan kegiatan perusahaan.

"Iya pak, saya akan memberitahu pimpinan agar segera mengurus izin perusahaan ini. Saya juga kurang tahu persis tentang perizinan, soalnya saya hanya bertugas di lapangan,"papar Doan dihadapan Plt Sekda.

Sekedar mengingatkan, peninjauan PLt Sekda ini, menindak lanjuti "Ancaman" Bupati Batanghari Ir Syahirsah Sy, yang menegaskan bahwa, setiap perusahaan yang beroperasi diwilayah kabupaten Batanghari harus memiliki izin operasi. Bagi yang belum memiliki izin agar segera mengurus izin. Jika membangkang, Pemkab tidak segan-segan melakukan penutupan terhadap perusahaan tersebut.

Sebelumnya, Erwan, Kaban Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPPT) pernah menyebutkan, Pihak PT EWF pernah mengurus perizinan di BPMPPT Batanghari.  Karena tidak melengkapi syarat administrasi, terpaksa tidak diberikan izin.

"Salah satu contoh syaratnya terlebih dahulu harus ada rekomendasi dari Dinas Perkebunan, Dinas Perindagkop dan MoU dengan pihak perdagangan kelompok tani dan koperasi. Untuk itu,kami belum berani keluarkan izin PT EWF kala itu,"ungkap Erwan.(jambidaily.com/RED)

KOMENTAR DISQUS :

Top