Kamis, 16 Agustus 2018 |
Ekonomi

Meski Lahan Banjir, Petani Tetap Panen Padi

Senin, 12 Februari 2018 19:03:42 wib

JAMBIDAILY MUARASABAK - Tingginya air pasang akibat angin kencang dan curah hujan yang tinggi, lahan padi petani di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), saat ini mengalami kebanjiran. Namun walau pun begitu, petani tetap melakukan panen padi. Sebab, kondisi padi sudah menjulang tinggi. 

"Petani tetap bisa panen, karena padinya sudah tinggi-tinggi, walaupun lahannya terendam banjir," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Tanjabtim, Sunarno, melalui Sekdis, Husni Rahman, kemarin. 

Husni menjelaskan, tanaman padi yang tidak terendam oleh air hingga ke atas, masih bisa dipanen. Namun, kalau padi terendam sepenuhnya, maka petani gagal panen. 

"Kalau sekarang kan tidak, padinya tidak sampai ke atas, dan memang sudah masuk musim panen, jadi bisa di panen," sebutnua. 

Cara petani memanennya, kata Husni, petani membuat terpal berbentuk perahu, lalu hasil panen tersebut diiletakan ke dalam terpal tersebut. Hal itu dilakukan supaya hasil yang dipanen tidak terkena air yang menggenangi lahan. 

"Kan terpal itu di air mengapung, jadi petani berinisiatif terpal itu dijadikan perahu, supaya bisa memanen padi mereka," terangnya. 

Namun lanjutnya, akibat sebagian padi ada yang terendam, tidak menutup kemungkinan bisa mengurangi kualitas beras. Selain itu juga, disaat musim hujan ini kualitas beras bisa menjadi rendah, karena tidak kering dan bisa merusak gabah. 

"Alat pengering kita kan sekarang ini juga kurang, jadi dengan kondisi musim hujan sekarang, gabah tidak terlalu kering, dan bisa merusak kualitasnya," jelasnya. 

Untuk diketahui, mulai musim panen dilakukan pada awal bulan Januari kemarin, namun hanya didapat dihitung luas panennya. Kemudian misim panen dilanjutkan pada awal Februari kemarin dan akan berakhir pada akhir Februari mendatang. Saat ini yang sudah melakukan panen, yakni Kecamatan Berbak, Muarasabak Timur dan Rantau Rasau sebagian. 

"Tapi untuk jumlahnya saat belum diketahui, karena kami masih mendata, akhir Februari mungkin sudah selesai," tukasnya.(*)


Penulis: Hendri R
Editor: Hery FR

KOMENTAR DISQUS :

Top