Sabtu, 18 Agustus 2018 |
Pendidikan & Teknologi

Momen Penuh Semangat Gelombang Jemaah Haji Lempar Kerikil ke Setan

Senin, 04 September 2017 02:56:08 wib
Foto: Jemaah melempar Jumrah. (Triono S/detikcom).

JAMBIDAILY HAJI, Pendidikan - Dari beberapa ritual haji, melempar jumrah boleh dibilang momen paling riuh-rendah. Jutaan jemaah bergerak ke Jamarat, Mina, selanjutnya melempari tiang batu simbol setan dengan memakai kerikil. Ada semangat luar biasa pada momen tersebut.

Minggu (3/9/2017) adalah saat terakhir jemaah melempar jumrah. Sama seperti lempar jumrah kedua Sabtu (2/9) kemarin, ada tiga tiang jadi sasaran, yakni Ula, Wusta, Aqabah. Sedangkan lempar jumrah pertama hanya Aqabah.

Jemaah berbagai negara bergerak dari tenda di Mina. Jemaah Indonesia paling dominan dari sisi jumlah. Mereka bergerak secara berkelompok sesuai rombongan. Atributnya, seperti pakaian, ikat leher atau syal, rompi, berbeda. 

Jarak tenda di Mina ke Jamarat sekitar 2,5 kilometer, melintasi dua terowongan panjang. Sepanjang perjalanan, jemaah mengumandangkan tabkir dan talbiyah. Tak ada yang berhenti agar sirkuasi jemaah lancar. Kalau ada yang berhenti, maka askar (polisi Saudi) akan berteriak-teriak minta jemaah segera beringsut. 

Ada gurat kelelahan di wajah jemaah lanjut usia. Namun semangat hendak melempar setan menghapus kondisi itu. Memasuki area Jamarat, mereka menyiapkan kerikil. Satu tiang 7 kerikil. Jadi total 21 kerikil.

Nah, saat mendekati tiang, jemaah terlihat bergegas. Sebagian di antaranya berlari, kemudian melempar kerikil ke tiang sambil membaca takbir. Ada yang gagal karena kerikil jatuh akibat desak-desakan dengan jemaah lain. 

Keriuhan terjadi dari satu tiang ke tiang lain, jarak satu tiang dengan yang lain berjarak kira-kira 50 meter. Tangan-tangan terlihat mengayun, kaki berderap, dan takbir bergema. Ada beberapa jemaah yang berdoa sambil berkaca-kaca. Mulut komat-kamit, dahi basah oleh keringat.

Bagi jemaah yang mengikuti prosesi nafar awal, maka usai lempar jumrah ketiga mereka tak lagi menginap di Mina. Tapi bagi yang nafar tsani (akhir), mereka masih mabit (bermalam) di Mina satu hari lagi, dan hari berikutnya baru melakukan tawaf wada (perpisahan).

Prosesi puncak haji dimulai pada 9 Zulhijah atau Kamis (31/8). Sekitar 3 juta jemaah mabit di Arafah, kemudian singgah ke Muzdalifah, kemudian baru ke Mina. Setelah lempar jumrah, prosesi haji berakhir di Masjidil Haram setelah jemaah melakukan tawaf (mengelilingi Kakbah 7 kali).

(try/elz)/detik.com

KOMENTAR DISQUS :

Top