Jumat, 25 Mei 2018 |
Suaro Wargo

Muhaimin: Polemik Teman Sebaya

Rabu, 16 Mei 2018 12:57:44 wib
ilustrasi/http://sudahtahukahkalian.blogspot.com

JAMBIDAILY SUARO WARGO - Di dalam perkembangan masyarakat Indonesia saat ini, semuanya tidak terlepas karena adanya pengaruh dari Dunia Pendidikan. Pendidikan adalah proses pembelajaran manusia dari generasi ke generasi melalui pengajaran atau pelatihan dan dapat kita ketahui bahwa fungsi pendidikan adalah mencerdaskan serta mengembangkan kehidupan manusia.

Namun dalam proses Pendidikan, pasti ada saja fenomena yang terjadi di dalamnya, seperti yang kerap terjadi saat ini yaitu  Bullying (Perundungan), sebutan kata itu memang tidak asing lagi terdengar di masa sekarang, dimana tindakan kekerasan, ancaman yang bertujuan mengintimidasi seseorang, hal ini juga berdasar dari Data KPAI yang menyebutkan adanya Aduan sebanyak 26 ribu tentang kasus tersebut selama 2011-2017, belum lama ini yang lagi ramai adalah Kasus Siswi SMP di Sidoarjo, sungguh miris sekali, dimana semua anak memiliki hak dan martabat yang sama untuk berkembang, tetapi menjadi sulit berkembang dan tertindas karena adanya Bully.

Bullying biasa disebabkan karena beberapa hal, seperti :

  1. Pelaku ingin dianggap dan dikenal hebat, karena sebetulnya mereka lemah.
  2. Pelaku biasanya kurang perhatian sehingga mencari perhatian dengan menghina dan sebagainya.
  3. Kurang peduli dan peka guru dan orang tua terhadap masalah yang dialami murid atau anaknya.
  4. Tidak ada keberanian si korban untuk cerita ke orang lain dan bangkit untuk melawan.

Bullying juga kerap kali terjadi akibat dari fenomena pengelompokan jenis-jenis teman sebaya, yaitu Teman yang Populer, Teman yang diabaikan, Teman yang di tolak, dan Teman yang kontroversial.

Teman sebaya adalah lingkungan hidup bagi para pelajar di dalam dunia pendidikan, Fenomena dan polemik yang sering terjadi adalah anak yang pandai bergaul dan menjadi populer sangat di kenal dan memiliki banyak teman katena ketenarannya. Sedangkan teman yang pendiam dan jarang bergaul kerap kali diabaikan atau anak yang sering kali melakukan kesalahan sering kali di tolak. Hal inilah yang menyebabkan terjadi bullying, seperti anak yang populer seharusnya tidak sombong dan merangkul teman yang pendiam atau nakal, malah mengolok-olok dan menindas mereka karena kepopulerannya. Begitu juga dengan anak pendiam yang seharusnya bergaul dengan baik tapi karena kurang perhatian dari orang sekitarnya dan orang tua, lalu ia menghina dan menindas teman lainnya untuk mencari perhatian.

Adapun solusi yang tepat dilakukan agar tidak terjadi Bullying adalah kita harus saling peduli terhadap sesama untuk mencegah terjadinya kekerasan dikalangan remaja, Orang tua dan keluarga harus menjadi tempat yang nyaman bagi anak untuk mengungkapkan pengalaman dan perasaannya, ajari anak untuk melindungi diri dari kekerasan dan berikan pula penguatan positif seperti pujian terhadap prilaku prososial anak serta mendorong anak untuk mengembangkan minat dan bakat yang dimilikinya.

Dan pencegahan Bullying juga di pengaruhi oleh faktor dari Dunia pendidikan itu sendiri, misalnya Sekolah harus menjalankan program anti Bullying, guru-gurunya yang harus lebih mengerti dan peka terhadap muridnya, lebih dikuatkan kembali hubungan antara guru dan orang tua murid untuk saling mendapatkan informasi atau melaporkan kepada guru bila anak mengalami kekerasan di sekolah. Pencegahan Bullying juga harus dilakukan pemerintah seperti menerapkan kurikulum yang sesuai dengan perkembangan anak dan memberikan peraturan hukum yang jelas dan tegas kepada pelaku Bullying.

 

...

Ditulis Oleh:

Muhaimin/Mahasiswa UIN Jambi

 

 

 

*isi/sumber/referensi dari Artikel sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis         

           

KOMENTAR DISQUS :

Top