Sabtu, 25 Mei 2019 |
Suaro Wargo

Muhammad Absor: Mengulas Kembali Sejarah Pesantren As’ad Olak Kemang Jambi

Kamis, 24 Mei 2018 08:37:13 wib
Foto: Ponpesasad.org

JAMBIDAILY SUARO WARGO - Jambi  adalah kota yang sangat banyak memiliki peradaban dan peninggalan bersejarah  salah satunya adalah Pesantren As’ad Olak Kemang Jambi. Madrasah  Tsanawiyah Negeri Olak Kemang  termasuk wilayah kecamatan danau teluk tepatnya di Jalan KH. Hasan Anang  Kelurahan Olak Kemang kecamatan danau telul sekitar 1 KM dari pasar Tradisional Olak Kemang. Perkembangan Pondok Pesantren As’ad tidak terlepas dari keberadaan langgar putih yang banyak mempengaruhi keberadaan pesantren tersebut. Langgar putih berlokasi di kelurahan Ulu Gedong, didirikan pada tahun 1868 oleh Asy Syeh Khotib Mas’ud, selain sebagai tempatperibadatan masyarakat kota Jambi, langgar putih juga dijadikan sebagai sarana pendidikan  Agama Islam. Setelah beliau wafat ditahun 1889, usaha beliau dilanjutkan oleh anak angkatnya yaitu Al’Alimul ‘A llamah Syeh Abdul Majid Jambi.

Pada masa Syeh Abdul Majid inilah dilanggar putih mulai mengadakan pengajian kitab kuning di daerah kesultanan Jambi dan berlansung hingga tahun 1904, karena beliau harus hijrah ke mekkah guna menghindari penangkapan penjajah Belanda. Hal tersebut karena selain sebagai seorang Guru beliau juga sebagai penasehat Sultan Thaha Syaifuddin Jambi. Pengajian di langgaar putih  kembali dibuka oleh Al’Alimul ‘Allamah Syeh Haji Ibrahim putra Al’Alimul’Alimah Syeh Haji Mjid Jambi yang mendirikan Madrasah Nurul Iman ULUL Gedong. Langgar putih bereungsi sebagai lembaga pendidikan kembali pada tahun 1946 hingga tahun 1951 oleh K.H Abdul Qodir Ibrahim.

Berdirinya perguruan As’ad  Pada tahun 1369 Hijriah, tepat pada tanggal 26 Jumadil Awwal 1369 H  dan selesai pada tanggal 26 Dzulqo’idah 1370 H bertepatan tanggal 29 Agustus 1951 M, dengan disertai dengan niat yang baik dan bersemangat yang kuat dalam menghadapi  rintangan – rintangan  baik yang datangnya dari pihak yang tidak setuju dengan kehadiran Perguruan atau Pondok Pesantren As’ad (Ma’hadatul  As’ad ) atau rintangan berupa biaya, namun berkat inayah dan hidayah Allah SWT  maka pada tahun 1951 berdirilah sebuah gedung  permanen yang berukuran 35 x 17 meter yang terletak diatas lahan  seluas 1 setengah  Ha dan pembangunan  di Pondok Pesantren As’ad ini berkembang dengan pesat, terbukti dengan banyaknya gedung yang telah di bangun pihak yayasan pada saat ini. Tetapi, faktor kurang luasya lahanlah yang menjadi permasalahan dari pihak yayasan untuk membangun lokal atau ruang yang lebih banyak untuk mendukung proses belajar mengajar di perguruan as’ad.

Pemberian nama As’ad  pada pondok pesantren ini diambi dari nama salah seorang sahabat Rasulullah SAW yang bernama “As’ad” , yaitu seorang sahabat yang pertama kali menyambut kedatangan Rasulullah SAW dimadinah, saat terjadi peristiwa hijrah dari kota Mekkah  ke Madinah. Itulah sebabnya nama As’ad  diabadikan untuk mengenang peristiwa yang sangat penting dalam sejarah islam.

Fasilitas  yang dimiliki  pondok pesantren as’ad  adalah masjid, sarama santri, kantor, asrama pengasuh, dapur, gedung sekolah lapangan, koperasi santri, perpustakaan, laboraturium komputer, laboratoruim bahasa, gudang kamar mandi atau WC. Dan banyak sekali kegiatan ektrakurikuler diantaranya adalah kajian kitab-kitab kuning, pembinaan tilawatil qur’an, latihan berpidato dalam tiga bahasa (indonesia,inggris,arab), berbahasa inggris sehari-hari, diskusi dan pelatihan ilmiah, kepramukaan, pengembangan olahraga, pengembangan seni drumband, qasidah dan mawaris, pengembangan seni beladir.

Pondok pesantren As’ad ini adalah sosok lembaga sosial yang mampu melahirkan lingkungan masyarakat mengenai tatanan kehidupan yang lebih maju dengan  karakter menggarap lingkungan pondok pesantren sebagai lembaga pengembangan lingkungan yang hidup.  Lingkungan masyarakat dan pemerintah harus mendukung perkembangan pondok pesantren yang semakin pasat dengan tetap menjaga dan melestarikan peninggalan dan peradaban  islam di kota Jambi.

 

 

 

...

Disusun Oleh

Nama : Muhammad Absor
Fakultas : Ekonomi dan Bisnis ISLAM 
Jurusan : Ekonomi Syariah
Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Syaifuddin Jambi

 

 

 

 

*isi/sumber/referensi dari Artikel sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis

KOMENTAR DISQUS :

Top