Jumat, 24 November 2017 |
Wisata & Budaya

Mursyid Sonsang: Karya Seni itu Aset, Suluk Bambu Teater Tonggak Selayaknya dapat Dukungan Pemerintah

Senin, 06 November 2017 16:03:23 wib
Mursyid Sonsang/Photo: ist

JAMBIDAILY SENI, Budaya - Drs H Mursyid Sonsang Ketua Bidang Organisasi dan Daerah Serikat Media Siber Indonesia(SMSI) Pusat, memberikan apresiasi serta turut angkat bicara terkait akan dihelatnya Suluk Bambu Teater Tonggak pada 10 s.d 12 Desember 2017 di arena terbuka taman budaya Jambi (TBJ).

"Teater tonggak salah satu sanggar seni teater yang masih terus eksis di Jambi, saya pernah menyaksikan salah satu pergelarannya, saya bisa menilai tentunya. Teater Tonggak terus melahirkan ide gagasan kreatif hingga saat ini, suluk bambu salah satu buktinya," Kata Mursyid Sonsang, Saat ditemui jambidaily.com (Senin, 06/11/17).

Lebih lanjut Alumni Lemhanas RI ini menuturkan bahwa helatan tersebut ialah aset yang harus terus dikembangkan dan sudah selayaknya mendapat dukungan berbagai pihak terutama pemerintah, terkait minim sarana menjadi sorotannya

"ini merupakan aset yang harus dijaga dan dikembangkan, seni sebagai proses sehingga dukungan akan meningkatkan daya kreatiftas. Kita tidak bisa pungkiri, dari pemerintah di Jambi ini sangat minim, coba kita lihat sarana prasarananya, lihat daerah selain Jambi memiliki fasilitas yang baik sehingga daya saing kreatifitas mereka terus berkembang," Urai Mursyid Sonsang, Pria berdarah minang mantan Ketua PWI Jambi tersebut.

Dalam pemaparannya jelang memberikan mata kuliah di Universita Batanghari, Mursyid menekankan arti penting suatu karya seni itu sendiri bagi khalayak secara luas

"seni sangat penting itu bagian dari kehidupan kita sehari-hari, seharusnya sudah menjadi perhatian tersendiri, ditengah kondisi negara yang semakin 'galau', seni menjadi jawaban. Perlu diingat karena seni dan etika lah yang menjadi pembeda antara Manusia dan binatang, daya kreatifitas itu dan etika itu juga pembedanya," Tegas Mursyid.

Acara yang rencananya akan dihadiri Gubernur Jambi, H.Zumi Zola Zulkifli, S.TP,MA tersebut melibat Bengkel Seni TBJ, Ja'far Rassuh, Fauzi Z Maestro perupa Jambi, Pelukis Ekspresif Boslan Tobing, Ide Bagus Putra, Didin Siroz, Muhammad Husyairi, Salira Ayatusyifa, Komunitas Muarodvipa, Teater AiR, Sanggar Seni Sialang Rayo, Teater Kuju, Teater Lam Alif, Sanggar Seni Tanah Pilih Jambi dan Wak Kocai. Lalu Pertunjukkan Musik hasil aransemen Agung Gumilar persembahan Teater Tonggak dan Workhsop Teater bersama Tony Broer.

"menjadi semangat kami, kebahagiaan tersendiri ketika dukungan moril dari berbagai pihak datang untuk Suluk Bambu," Ucap Hendry Nursal, Ketua Pelaksana kegiatan.

Hingga saat ini Suluk Bambu didukung oleh 26 Media Massa untuk Online, Cetak, Televisi dan Radio lokal, Taman Budaya Jambi UPTD Dinas Budaya dan Pariwisata provinsi Jambi, 5AW Fotografi, Laskar Merah Putih, Mumutama Production, Kafe Port Of Destination (POD), Jok Distro, Hangout Cafe, Collega Cafe, Gentaranish Cafe, Teater AiR, Ceret Studi, Sanggar seni Tanah Pilih Jambi, Tempoa Inn, Kelompok Komunitas Teater Sekolah, Perguruan Tinggi dan lainnya.

Sebagai Informasi penonton tidak ada tiket masuk, rencananya juga akan ada lomba Swafoto atau Selfie terbaik yang di posting via Instagram dan mendapat hadiah menarik dari Teater Tonggak.


(Hendry Noesae)

 

 

Berita Terkait: 

KOMENTAR DISQUS :

Top