Rabu, 15 Agustus 2018 |
Kesehatan & Olahraga

Musibah Asap, Peserta Jambore Pramuka Rasakan Sesak Napas

Kamis, 22 Oktober 2015 17:17:48 wib
Pramuka (google.co.id)

JAMBIDAILY MERANGIN -Ribuan anggota pramuka yang ikut serta dalam perhelatan  Pergelaran akbar Jambore Kwarcab yang ke VII tahun 2015, mengalami sesak napas dan hidung terasa sakit karena musibah asap yang tak kunjung usai.

Kegiatan tahunan yang diselenggarakan Kamis (22/10) digelar di bumi perkemahan Surya Yuka Tarma di jalur dua Kodim 0420/Sarko itu tanpa dibekali masker yang seyogyanya dapat disediakan pemerintah setempat.

"Kami mengaharapkan bantuan masker untuk menjaga kesehatan pernapasan dalam acara ini. Jujur dengan kondisi asap kian memprihatinkan ini, kami merasa sangat kesulitan bernapas," ungkap Eki, peserta Pramuka asal Kecamatan Renah Pembarap.

Disebutkannya, saat ini banyak diantara rekan-rekan merasa hidung sakit dan sesak napas, karena kabut asap yang tak kunjung berakhir. Apa lagi kabut hari ini lebih parah lagi dari pada kabut yang sebelumnya.

"Dampak kabut ini, tidak sedikit rekan-rekan saya, sakit di saluran pernapasan dan sesak napas. Bahkan ada juga merasa kepalanya pusing," sambungnya.  

Hal serupa dikatakan, perserta dari Kecamatan Pamenang Selatan bernama Egi. Menurutnya, Pemda harus membagikan masker terlebih dulu sebelum acara pergelaran Jambore Kwarcab ini dimulai.

"Semua peserta saat ini sangat butuh pengamanan untuk saluran pernapasan seperti masker dan alat yang bisa mencegah penyakit lainnya," kata Egi.

Pada mulanya, ujar Egi, dirinya memperkirakan pihak Pemda akan masker terlebih dahulu rupanya tidak. Sebab itu banyak di anatara temannya merasa terpaksa untuk mengikuti pergelaran. Karena kabut asap tebal itu membuat pusing kepala.

"Dampak dari kabut asap yang terlalu parah sehingga banyak kawan kami enggan dan merasa terpaksa mengikuti acara ini, kepala kami banyak yang pusing," timpalnya.

Sementara Bupati Merangin, Al Haris, dikonfirmasi, berjanji akan membagikan masker kepada peserta Jambore tersebut, supaya anak-anak yang mengikuti proses perkemahan sampai tidak terkena dampak kabut asap yang kian hari kian memprihatinkan.

" Ya, kita sudah perintahkan Dinas Kesehatan Merangin, supaya membagi masker untuk melindungi saluaran pernapasan anak-anak kita yang sedang mengikuti proses perkemahan ini,"jelas Al Haris.

Dikatakannya, meski sudah dibagikan masker nantinya, Dia mengaharapkan ke semua peserta Pramuka menjaga kesehatan ditengah kabut asap yang melanda. Kemudian juga menjaga api ketika memasak.

"Kita berharap, ditengah kabut asap ini anak-anak kita mampu menjaga kesehatannya. Selain itu mereka juga harus bisa menjaga api ketika memasak, supaya tidak terjadi kebakaran," pungkasnya.(jambidaily.com/NZR)

KOMENTAR DISQUS :

Top