Selasa, 16 Oktober 2018 |
Peristiwa

Naikkan Harga Karet, H Al Haris Rangkul PT Jambi Waras Group

Senin, 05 September 2016 21:34:51 wib
Bupati Merangin H Al Haris memberi sosialisasi kerjasama bersama PT Jambi Waras

JAMBIDAILY PERISTIWA-Bupati Merangin H Al Haris terus berupaya menaikkan harga karet untuk mendongkrak perekonomian masyarakat yang terpuruk pasca turunnya harga karet.

Untuk mendongkrak harga karet tersebut, Bupati merangkul manajeman PT Jambi Waras. Bersama Pimpinan PT Jambi Waras Group H Herilotiansyah, melakukan sosialisasi kepada sejumlah kelompok tani karet.

‘’Sekarang ini kita harus merubah perilaku tidak lagi merendam karet, tapi malah mengeringkan karet, dengan harapan meningkatkan harga. Saya sudah lobi PT Jambi Waras dan Group untuk menampung karet kering ini,’’ujar Bupati, di Koperasi Petani Karet Merangin di kawasan Waskitakarya, Senin 05 September 2016.

Untuk satu pabrik bisa menampung sebanyak 5000 ton karet kering setiap bulannya. Ada dua pabrik karet grup PT Jambi Waras yang terdekat dari Merangin, yaitu di Jujuhan Bungo dan di Musirawas.

Ini artinya lanjut bupati, setiap bulan manajemen PT Jambi Waras bisa menampung sebanyak 10 ribu ton karet kering Merangin dengan harga yang cukup menggembirakan.

Sementara itu Pimpinan PT Jambi Waras Group H Herilotiansyah menjelaskan, pembekuan karet jangan lagi menggunakan Cuka Getah 61. Sebab getah yang dibekukan akan sulit dikeringkan, karena sifat Cuka Getah 61 tidak membuang air.

‘’Lakuman pembekuan/penggumpalan menggunakan Asam Semut atau Biorat (dari cangkang sawit) atau Slekta ataupun dengan cara alami.Saat menggumpalkan jangan memakai wadah dalam tanah,’’ujar H Herilotiansyah.

Setelah dibekukan lanjut Heri, langsung diangkat dan dikeringkan di tempat yang terlindung. Semakin kering karet itu harganya akan semakin malah, begitu juga dengan faktor kebersihannya.

Karet yang direndam terang Heri, akan berdampak pada buruknya kualitas karet. Sebab karet yang direndam akan mengurangi unsur elastivitas atau kekenyalan, dimana karet akan jadi mudah putus.(*)

Penulis   : Teguh (Humas)
Editor    :  Hery FR

KOMENTAR DISQUS :

Top