Selasa, 23 Oktober 2018 |
Hukum

Napi Narkoba Cukup Dominan di LP Muara Bulian

Selasa, 09 Februari 2016 11:27:03 wib
Ilustrasi

JAMBIDAILY HUKUM-Jumlah Narapidana penyalahgunaan narkoba yang sedang menjalani masa hukuman di LP Kelas II B Muara Bulian ternyata cukup dominan.

Dari 235 total penghuni lapas, sebanyak 49 Napi tersandung kasus narkoba, dengan rincian, 13 Napi terjerat narkoba jenis ganja dan sebanyak 36 napi tersandung narkoba jenis sabu-sabu.

“ Yang paling banyak kasus narkoba jenis sabu, kalau ganja jauh lebih sedikit,” Kata Budi Sutiyo, Kasi Binadik dan Kegiatan Kerja, LP Kelas II B Muarabulian.

Budi Sutiyo menyebut, selain napi narkoba, masih ada 14 tahanan narkoba yang dititipkan di LP Kelas II B Muarabulian. Tahanan ini seluruhnya tersandung kasus narkoba jenis sabu-sabu.

“ Status mereka masih tahanan, Mereka dititipkan pihak kepolisian karena masih dalam proses persidangan,” ungkap Budi.

Budi mengakui pelaku penyalahgunaan narkoba khususnya di Kabupaten Batanghari mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Persentase peningkatan kasus dilihat dari jumlah napi dan tahanan yang masuk ke LP Muarabulian.

“Peningkatannya rata-rata 50 persen. Dari 10 kasus sebelumnya meningkat menjadi 15 kasus, seperti itu,”sebutnya.

Budi mengaku merasa sangat prihatin dengan peningkatan kasus narkoba di Kabupaten Batanghari. Pihak lapas berupaya membuat para napi sadar dengan melakukan pembinaan secara intens.

“Kami juga rutin melakukan kordinasi dengan kepolisian dan BNN untuk menyadarkan para napi,” sebutnya.

Dikatakan Budi, pihak Lapas secara terpogram selalu melakukan tes urine kepada para napi dengan melibatkan BNNK. Tes urine ini juga dilakukan BNN kepada para pegawai Lapas.

“Dua kali dalam setahun, para napi dan pegawai dilakukan tes urine. Ini sebagai bentuk komitmen Kita memerangi narkoba,” tuturnya.
Dalam kondisi insidentil, pihak Lapas turut mengundang pihak kepolisian untuk melakukan penggeledahan ke ruangan para napi. Termasuk menggeledah ruangan para pegawai dan melakukan tes urine pada saat itu juga.

“Program ini sudah Kita jalankan, Kita melakukan itu agar Lapas bebas dari narkoba,” sebutnya.

Pihak Lapas turut memberlakukan pengawasan super ketat bagi pengunjung. Tiga CCTV sengaja ditempatkan untuk mengawasi para penggunjung. CCTV itu ditempatkan di ruang daftar tunggu, Portir dan ruang besuk.

"Para pengunjung wajib menjalani penggeledahan terlebih dahulu, barang bawaan dan baju Kita geledah."

Budi menyebut, sistim pengawasan yang diberlakukan tersebut cukup berhasil. Sejauh ini belum ada pengunjung yang berani mencoba memasukkan narkoba ke dalam lapas.

"Pernah sekali kita temukan bungkus sabu pada pengunjung, saat itu langsung Kita laporkan kepada pihak kepolisian. Cuman, tidak bisa diproses karena BB sabunya tidak ada,” ucapnya.

Terpisah, Kasat Narkoba Polres Batanghari AKP Ferry Siswara mengakui telah banyak pelaku narkoba yang telah mereka tangkap dan dijebloskan ke penjara. Namun, dari sekian banyak kasus, tidak satupun dari pelaku yang mengaku memiliki jaringan atau dikendalikan dari dalam Lapas.  

“Mana ada pelaku yang jujur,” Kata Ferry Siswara.

Ferry menyebut, pengungkapan kasus narkoba memiliki tingkat kesulitan yang cukup rumit. Para pelaku cendrung tidak mau berterus terang terkait asal usul barang haram yang mereka miliki. Dalih pelaku bermacam-macam sehingga bandar utama sulit dideteksi.(jambidaily.com/RED)

KOMENTAR DISQUS :

Top