Senin, 22 Oktober 2018 |
Hukum

Napi "Ngamuk", Ini Klarifikasi dan Jaminan Kalapas Muara Tebo

Minggu, 11 Oktober 2015 21:25:14 wib
Kalapas Kelas II B Muara Tebo, Marten mengklarifikasi kepada media (foto:jambidaily.com/ARD)

JAMBIDAILY HUKUM-Pasca kejadian para napi "ngamuk" sebagai tindakan protes terhadap pemukulan oleh oknum saat memeriksa teman mereka, Adi (48) hingga terpaksa dilarikan ke RSUD STS Tebo, akhirnya Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Muara Tebo memberi klarifikasi resmi.

Kepada jambidaily.com, Minggu (11/10) dikantornya, Kalapas Muara Tebo, Marten, menjelaskan, bahwa kejadian tersebut berawal adanya razia yang dilakukan oleh Lapas Tebo.  Dan dalam razia tersebut, petugas kita menemukan ada barang yang diduga jenis narkoba dikamar salah satu napi yang berpenghuni 10 orang.

"Sesuai SOP karena temuan ini diduga narkoba, maka kita wajib melaporkannya ke pihak kepolisian untuk memastikan kalau memang itu narkoba,"jelasnya.

Setelah polisi datang dan memastikan siapa pemiliknya, maka kita serahkan sepenuhnya kepada kepolisian karena kita tidak ada kewenangan akan hal itu. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh polisi dan dinyatakan oleh pimpinan Polres Tebo kepada saya, Sabtu (10/10) bahwa satu dari 10 orang telah dinyatakan tersangka.

Sedangkan sembilan orang dikembalikan ke lapas dikawal oleh anggota polisi, memang ada teriakan saat itu didalam lapas mungkin simpatisan sesama napi karena satu orang temannya tidak ikut pulang kedalam sel.

"Para napi mungkin merasa terusik dan dianggap telah menganggu ketenangan mereka atas  kedatangan polisi tersebut."

"Nah saat sorenya, ada napi (Adi-red) (48) yang punya riwayat sakit, karena sakit kita bawa kerumah sakit dan saat ini masih ada dirumah sakit saya belum tau apa hasilnya dari pihak medis 'paparnya.

Saat ditanya sejumlah awak media, mengenai napi yang dibawa kerumah sakit bahwa informasi yang didapat dilapangan (Adi-red) dipukuli oleh oknum petugas, Kalapas Marten mengaku tidak tau.  Saat itu saya kebetulan sedang tidak berada ditempat dan saat napi tersebut dikeluarkan dari Lapas dan dibawa kerumah sakit saya pun tidak tau, jelasnya.

Namun Kalapas Marten menjamin tidak ada petugasnya yang berani memukul (napi-red) jangankan mukul, nyentil napi aja kita nggak berani, boleh tanya sama semua napi saya, tegasnya.(jambidaily.com/ARD)

KOMENTAR DISQUS :

Top