Selasa, 19 Februari 2019 |
Peristiwa

Netizen Kecam Aksi Pemblokiran Jalan Oleh Warga Eksodus di Merangin

Minggu, 03 Januari 2016 21:47:17 wib
Suasana Pemblokiran jalan oleh Warga Eksodus di Merangin

JAMBIDAILY PERISTIWA-Aksi pemblokiran jalan Bangko menuju Jangkat yang dilakukan warga Eksodus (Pendatang) di Kabupaten Merangin mendapat kecaman dari para netizen.

Seperti tertulis di facebook grup Suara Rakyat Merangin (SRM), para netizen menilai apa yang dilakukan para warga pendatang yang menetap di Sungai tebal sudah keterlaluan.  Bahkan para netizen meminta kepada Bupati Merangin untuk tidak Memproses dan mengakomodir tuntutan mereka.

“Masyarakat sungai tebal di wilayah luhak 16 hari ini melakukan aksi masa, memblokir jalan umum, dengan menyetop seluruh aktfitas warga pengguna jalan; Tuntutan mereka meminta pemrintah merangin untuk membuat KTP, KK.  Sehubungan dngan hal tersebut diatas kami menghimbau kepada generasi muda luhak 16 khuausnya kec. jangkat, jangkat Timur, lmbah Masurai, muara siau, tiang pumpung, Pemuda, Mahasiswa Dan masyarakat luhak 16, untuk dapat melakukan perlawan, dengan cara aksi masa dll, guna untuk menuntut pmerintah merangin untuk tidak melakukan pnerbitan KTP, KK, bagi mereka perambah hutan TNKS dan pendatang ilegal,
Pribumi Harus Brsatu Melakukan Perlawanan, Kalo Tidak Kita Akan Dijajah Ditanah Kelahiran Kita Sendiri.”tulis netizen dengan akun facebook Peri Andeswan.

Sementara itu pemilik akun Armannazar juga mengecam tindakan pemblokiran jalan tersebut dengan komentar ,” Hei ini apa-apaan ini,,?,, Apa lagi yang anda inginkan,setelah hutan tempat anak2 cucu kami menggantungkan hidup anda rampas, setelah ketenangan penduduk kami anda usik dan setelah adat istiadat negri kami anda injak2,
Sekarang anda mau menuntut untuk di akui sebagai penduduk sah di negri kami,
 
Hei,,!! para tamu tak diundang yang tidak tau sopan santun, kesabaran ada batasnya perlu anda ketahui kami diam bukan berarti kami takut,tapi kami diam karna masih mengganggap kamu tamu yang harus dihormati,
Kami bukan orang yang tidak open terhadap orang luar dan tidak menghargai tamu yang datang ke negri kami,
kami sangat terbuka,tapi negri kami punya aturan dan adat istiadat dan kami sopan ketika tamu yg datang juga sopan tapi kalau cara anda seperti ini berarti anda datang bukan sebagai tamu tapi musuh yg harus di musnahkan,,camkan itu,!!!

Dan kami meminta kepada pemerintah kabupaten merangin untuk tidak memproses dan mengakomodir permintaan meraka jangan takut ini negri kita lawan setiap kezaliman dari tamu yang tidak tahu sopan santun,rakyat Merangin mendukung mu.”

Lain lagi dengan pemilik akun Umi Sahla berkomentar, “Apa2an ini sobat... ini negeri kami.. sudah berabad2 nrnek moyang kami di sini sobat.”

Sementara di Grup Suara Rakyat Jambi (SRJ)pemilik akun Edianto berkomentar ,” Ikolah yg di dalm adat di katokan MERAJO DI KAMPUNG RAJO,MENGHULU DI KAMPUNG PENGHULU,,MENYUPAK ADAT NYUMBING LEMBAGO,,,AWAK PENDATANG TPI NK BERKUASO.,,nah mno ketegasan pribumi ko seharusnyo yg mcm ko di selesaikan elok2,cari awal nang bamulo penyebabnyo baru kgek ado akhir nang berkesudahan nan elok menurut adat dan eco pakai kito,,jgn leko manunggak sulung manunggul buto bae pemerintah dan pribuminyo,,lokak karam.”

Dan masih banyak lagi kecaman yang dilontar oleh para neizen terhadap aksi ribuan warga pendatang yang tinggal di Sungai Tebal Kecamatan Lembah Masurai, Merangin, sejak malam hingga siang  (1/1/2016), melakukan pemblokiran jalan yang merupakan akses satu-satunya bagi warga Jangkat dan sekitarnya untuk menuju Kota Bangko.

Ribuan warga eksodus yang saat ini berkebun kopi di daerah Lembah Masurai menuntut pemerintah kabupaten Merangin tentang kejelasan nasib mereka masuk dalam penduduk kabupaten Merangin. Sebelumnya pemerintah Merangin pernah membuat piagam Sungai Tebal.(jambidaily.com/NZR)

KOMENTAR DISQUS :

Top