Selasa, 11 Desember 2018 |
Hukum

Ngaku Ponakan Bupati, Warga di Tanjabtim Tertipu Jutaan Rupiah

Minggu, 02 Desember 2018 21:37:00 wib
ilustrasi

JAMBIDAILY TANJABTIM - Penipuan berkedok program bantuan Bedah Rumah (Bedrum) belakangan ini marak terjadi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim).

 

Seperti yang dialami warga RT 07 Kelurahan Rantau Indah, Kecamatan Dendang, Lasiman dan orang tuanya. Jutaan rupiah miliknya raib dibawa oleh penipu.

 

Modus operandi yang digunakan pelaku adalah seorang pria mengaku keponakan Bupati Tanjabtim, H. Romi Hariyanto mendatangi warga dengan menawarkan bantuan Bedrum dari pemerintah.

 

Tepatnya dua pekan lalu, Lasiman dan ayahnya kedatangan seorang pria mengaku keponakan Bupati. Pria tersebut mengaku bisa mengupayakan bantuan sejumlah perlengkapan bahan Bedrum dan uang tunai dari pemerintah.

 

Namun syaratnya, korban harus menyerahkan dana administrasi terlebih dahulu dengan alasan membuat surat resmi di kecamatan, dengan tujuan agar proses bantuan tersebut berjalan lancar.

 

Lasiman dan ayahnya akhirnya tergiur dan menyerahkan uang sebesar Rp 3 juta rupiah kepada pelaku.

 

"Dia modusnya gini, dia datang dan bilang bapak ini ada bantuan dari kabupaten, tapi diam-diam yang lain jangan ada yang tahu. Kami hanya disuruh membuat surat resmi itu di kecamatan dengan biaya Rp 2700.000 dan biaya pemasangan lampu Rp 300 ribu. Jadi saya dan bapak saya ngasih semuanya Rp 3 juta," ungkap Lasiman, Minggu (02/12/2018).

 

Lanjut Lasiman, dia diiming-imingi oleh pelaku dengan bantuan dari pemerintah berupa tedmon dua buah, seng 40 kodi, dapat kayu broti 40 batang, kayu tongkat 40 batang serta uang tunai senilai Rp 8,7 juta.

 

"Ciri-ciri orangnya tu tinggi sekitar 167 Cm, agak kurusan, kukunya panjang, pake jaket, serta pake kacamata. Dia mengaku masih familynya pak Romi," bebernya.

 

Sementara itu, Kapolsek Dendang, IPTU Maskat Maulana membenarkan adanya penipuan berkedok bedah rumah tersebut. Kini pihaknya tengah mendalami modus penipuan yang satu ini.

 

Kapolsek menghimbau kepada masyarakat kedepan jika ada warga mendapatkan tawaran seperti modus penipuan berkedok bedah rumah dari orang yang belum dikenal, sebaiknya langsung klarifikasi kepada Kepala Desa atau kelurahan dan kecamatan atau melaporkannya ke pihak kepolisian terdekat.

 

"Kita menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya kepada orang baru menawarkan hal seperti ini. Jika ada segera lapor ke pihak Desa dan kelurahan atau Kepolisian agar tidak ada korban lagi," himbaunya.

 

Penulis: Hendri Rosta//Editor: Hendry Noesae

KOMENTAR DISQUS :

Top