Sabtu, 18 Agustus 2018 |
Ekonomi

Nilai Ingkar Janji, Warga Tutup Sawmil dan Ancam Cabut SPPL PT RAP

Senin, 19 Oktober 2015 09:29:11 wib
Sawmill di Kawasan IUP PT RAP yang ditutup paksa warga

JAMBIDAILY BANGKO-Dinilai ingkar janji kepada pemilik lahan, warga mengancam akan mencabut kembali Surat Perjanjian Pelepasan Lahan (SPPL) dari PT Raihan Aditya Pratama (RAP).

Penilaian wanprestasi tersebut, karena sejak para pemilik lahan menyerahkan SPPL, hingga kini belum ada tanda-tanda perusahaan itu, menjadikan lahannya menjadi perkebunan kelapa sawit dengan pola bagi hasil.

Buntut dari kekesalan warga tersebut langsung dilakukan dengan cara menutup paksa sawmil PT RAP yang berada dilokasi PT RAP Kecamatan Tabir Barat. Dari informasi yang diperoleh, puluhan warga datang dengan luapan emosi.

Selain itu, disebut-sebut pembagian hasil hutan, berupa kayu yang digarap tidak sesuai dan bahkan tidak dibayar. Hal serupa juga terjadi pada gaji karyawan sawmil.

Ketua Karang Taruna Tabir Barat, Muhammad Zintir Ali Syamsi menyebutkan, aksi penyegelan itu dilakukan atas dasar kesadaran warga.

Menurutnya, warga sudah merasa gerah dengan tindakan perusahaan yang sudah tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

"Bagaimana tidak gerah, pihak perusahaan sudah melenceng dari perjanjian. Jadi wajar jika warga langsung mengambil tindakan," ujar Zintir, kemarin, Minggu (18/10).

Tidak hanya menyegel sawmil dikawasan IUP PT Raihan, warga juga berniat mencabut Surat Perjanjian Pelepasan Lahan (SPPL) yang sudah terlanjur masuk ke PT Raihan.

“Kita lihat saja seperti apa perkembangannya. Kami akan mengawal permasalahan ini hingga tuntas. Kami juga meminta agar pihak legislatif dan eksekutif segera mengambil tindakan,” tegasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Merangin asal Tabir Barat, Asari Elwakas, mengaku kecolongan dengan modus yang dilakukan oleh PT Raihan.

Pria yang akrab disapa Puk itu hanya mengetahui jika izin yang dimiliki oleh PT Raihan hingga saat ini masih bermasalah.

“Waduh, saya baru tahu informasi tersebut. Memang mereka melakukan land clearing, tapi limbah berupa kayu gelondongan memang tidak dikeluarkan dan menumpuk diareal IUP PT Raihan,” sebutnya.

Puk pun berniat untuk melakukan croscheck dilapangan terkait kepemilikan sawmil dalam IUP PT Raihan.

“Saya belum berani berkomentar banyak. Nanti kita tinjau ulang izinnya dan croscheck dilapangan,” ujarnya.

Terpisah, Manager Umum PT RAP, Citra, ketika dikonfirmasi, Minggu (18/10) melalui selulernya, kepada media, mengatakan, pihaknya tidak ada kaitan sama sekali dengan Sawmil tersebut.

“Silahkan saja ditutup, kami tidak ada kaitan koq,” tegasnya.

Sedangkan terkait ancaman warga yang menyatakan akan mencabut SPPL, Citra meminta menunjukkan siapa warga yang akan mencabut tersebut. Karena kata Citra, selama ini banyak oknum LSM yang punya kepentingan mengaku sebagai warga.

“Warganya siapa, desa mana. Biasa yang vokal mengatasnamakan warga ada oknum LSM,”tandasnya.(jambidaily.com/NZR)

KOMENTAR DISQUS :

Top