Kamis, 18 Januari 2018 |
Ekonomi

Nota Ranperda 2018; Infrastruktur, Pendidikan, dan Kesehatan Jadi Prioritas Zumi Zola

Kamis, 07 September 2017 22:25:52 wib
Photo: Humas Pemprov Jambi

JAMBIDAILY EKONOMI - Gubernur Jambi H. Zumi Zola,S.TP,MA menyampaikan dan memberikan dan penjelasan Nota Pengantar Ranperda APBD Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2018 Beserta Nota Keuangan di Gedung DPRD Provinsi Jambi, Kamis (7/9/17) siang. Pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan menjadi prioritas.

Rancangan APBD Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2018 disusun dengan mengacu target-target pembangunan yang dimuat dalam dokumen perencanaan sebelumnya termasuk dengan memperhatikan kondisi perekonomian dan keterbatasan kemampuan keuangan daerah. 
"Rencana APBD Tahun 2018 sebesar Rp3,586 Triliun dengan Belanja Tidak Langsung sebesar Rp1,883 Triliun atau 51,11 persen dan Belanja Langsung Rp 1,753 Triliun atau 48,89 persen terhadap total belanja daerah," ungkap Zola.

Untuk porsi Belanja Langsung bidang infrastruktur, Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Perhubungan dialokasikan sebesar Rp841 Miliar setara dengan 47,49 persen dari total Belanja Langsung. "Untuk menjaga dan meningkatkan kualitas jalan dan jembatan yang menjadi kewenangan provinsi, juga direncanakan pembangunan fly over Tugu Juang Kota Jambi dengan tahun jamak dimulai pada 2018 ditargetkan dua tahun bisa selesai," ujar Zola.

Berkaitan dengan Dinas Pendidikan, dialokasikan pembangunan ruang kelas baru yang ditargetkan sebanyak 90 unit juga akan bertambah melalui pembiayaan Dana Alokasi Khusus dan beasiswa sebanyak 3.000 dengan besaran sesuai jenjang pendidikan.

Terkait bidang kesehatan, Zola melanjutkan, di Dinas Kesehatan, Rumah Sakit Raden Mattaher, Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jambi dialokasikan Rp233,26 Miliar diarahkan membiayai program strategis yang berorientasi pelayanan publik.

Nota keuangan tersebut berpedoman pada tiga kebijakan utama, pertama kebijakan Pendapatan Asli Daerah, Pendapatan Dana Perimbangan dan lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah, kedua melalui penekanan pada peningkatan kualitas belanja produktif dan prioritas untuk mendorong pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan stimulus yang lebih tepat sasaran, ketiga kebijakan pembiayaan untuk memperkuat daya tahan dan pengendalian resiko dengan menjaga defisit anggaran.

Pemerintah Provinsi Jambi tetap mengalokasikan belanja bantuan keuangan kepada kabupaten/kota sejumlah Rp131,35 miliar yang diarahkan pada bantuan keuangan yang bersifat khusus penyediaan alat berat sebanyak dua unit setiap kabupaten/kota senilai Rp33 miliar dan bantuan keuangan kepada 1.562 desa/kelurahan senilai Rp60 juta per desa/kelurahan dengan total anggaran Rp93,72 miliar. (Raihan/Mustar/Humas Pemprov Jambi).

KOMENTAR DISQUS :

Top