Jumat, 03 April 2020 |
Hukum

Oknum Wali Murid 'Serang' Kepala SMA di Kabupaten Tanjabbar

Jumat, 06 Maret 2020 23:18:36 wib
ilustrasi

JAMBIDAILY TANJABBAR - Oknum wali murid atau orang tua siswa dikabarkan menyerang Kepala salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), karena diduga tak terima anaknya ditegur saat bermain Handphone (HP) ketika ujian.

serambijambi.id media partner jambidaily.com (Jum'at, 06/03/2020) melaporkan bahwa penyerangan itu terjadi pada hari Rabu (04/03/2020), berawal dari teguran Kepala Sekolah kepada seorang siswanya saat sedang ujian berbasis sistem operasi berbasis Linux yang dirancang untuk perangkat bergerak layar sentuh/Telepon Pintar (Android) yang menggunakan jaringan area lokal nirkabel (wifi), pihak sekolah melarang seluruh siswa menggunakan HP selama ujian berlangsung, siswa yang membawa HP diminta untuk mengumpulkan. Setelah sesi pertama ujian berlangsung, salah seorang siswa izin keluar kelas. Diduga sang siswa diam-diam mengambil HP yang sebelumnya telah dikumpulkan di luar kelas.

Saat Kepala Sekolah tengah melihat situasi ujian, ia melihat ada seorang siswa bermain HP di dekat kamar kecil. Melihat siswa bermain HP, Kepala Sekolah kemudian meminta HP yang dimainkan siswa tersebut dan jika mengambil HP harus bersama orang tuanya ke sekolah.

Barulah, sore harinya sang orang tua hadir ke sekolah. Namun, kedatangan itu bukan berlangsung baik, orang tua marah-marah dan diduga membawa senjata api (senpi) yang terselip dipinggang. Informasi lain menyebutkan sempat ada bunyi suara letusan mirip suara senpi di luar sekolah. Apakah itu suara senjata dari sang orang tua siswa itu atau bukan,? belum diketahui secara pasti.

Orang tua siswa yang hingga saat ini belum diketahui namanya tersebut melakukan penyerangan dengan menggunakan batako. Tidak hanya itu, pukulan juga dengan tongkat Pramuka ke arah Kepala Sekolah, beruntung lemparan batako dan pukulan tongkat Pramuka tersebut tidak mengenai Korban.

Mengetahui adanya keributan, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan langsung melerai perkelahian yang terjadi antara orang tua siswa dan Kepala Sekolah. Saat itu, orang tua siswa dan Kepala Sekolah dapat dipisahkan oleh Wakil Kepala Sekolah. Tetapi, tidak sampai disitu, malam harinya orang tua siswa itu kembali datang ke sekolah mencari Kepala Sekolah, beruntung Kepala Sekolah sudah disembunyikan di salah satu rumah guru.


Kepala Sekolah Menempuh Jalur Hukum

Keesokan harinya (Kamis, 05/03/2020) Kepala Sekolah melapor ke Kepala Desa di wilayah Kecamatan Merlung untuk minta perlindungan. Hal itu karena dirinya merasa terancam. Dari sumber berbeda peristiwa sempat dimediasi oleh Pemerintah Desa setempat, sayangnya tidak ada titik temu.

Kepala Sekolah kemudian melaporkan kejadian yang dialaminya ke Dinas Pendidikan Provinsi Jambi dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jambi untuk meminta perlindungan.

Terkait hal itu, Kepala Sekolah yang dimaksud tak ingin berkomentar banyak. Ia hanya mengatakan sistem satu pintu saja “Satu pintu saja (Pihak Kepolisian Polres Tanjab Barat-red),” katanya, Jum’at (6/3/2020) kepada awak media di Mapolres Tanjab Barat usai membuat laporan polisi.

Sementara itu, Wakapolres Tanjab Barat Kompol Wirmanto Dinata S.Ag, membenarkan jika ada laporan peristiwa penyerangan. Ia juga menyebutkan telah ada pertemuan dengan pihak yang bersangkutan (Kepala Sekolah) dan perwakilan PGRI di Mapolres Tanjab Barat. “Iya, sudah ada laporan, tadi kita juga sudah bertemu dengan perwakilan PGRI,” tandasnya.

 

 

Editor: Hendry Noesae
Sumber: serambijambi.id

KOMENTAR DISQUS :

Top