Sabtu, 24 Agustus 2019 |
Nasional

Orang Indonesia Antusias Banget 'Pesan Tiket' ke Mars

Sabtu, 29 Juni 2019 20:23:30 wib
Planet Mars. Foto: NASA Goddard

JAMBIDAILY NASIONAL - Masih ingat bagi-bagi 'tiket gratis' ke Mars yang dibuka oleh Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA)?. Saat ini jumlah peminatnya terus menanjak termasuk dari Indonesia, yang angkanya tumbuh dua kali lipat.

Bagi kalian yang baru tahu tentang 'tiket gratis' ke Mars ini, yang dimaksud bukanlah secara harfiah kalian akan benar-benar melancong ke Planet Merah. Kamu cuma akan dapat boarding pass setelah mendaftarkan namamu terlebih dahulu.

Nah, nama-nama yang terdaftar di NASA itulah yang rencananya akan dibawa ke Planet Merah pada tahun 2020. NASA menyebutnya bagian dari program Mars 2020.

Sebagaimana detikINET lihat di situs Mars 2020 pada pukul 14.00 WIB, Sabtu (29/6/2019), sejauh ini sudah ada ada 7,4 juta nama yang telah mendaftar.

Bila dipecah berdasarkan negaranya, Turki masih berada di urutan teratas dengan 2,4 juta nama. Di urutan berikutnya secara berurutan ditempati India (876 ribu nama), Amerika Serikat (808 ribu nama), China (199 ribu nama), Israel (194 ribu nama), dan Korea Selatan (174 ribu nama).

Menariknya, di posisi ke-7 ini ada Indonesia yang 'menyumbang' nama sampai 166 ribu. Angka tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan pada awal bulan ini.

Jumlah-jumlah tersebut masih berubah seiring masih dibukanya pendaftaran nama untuk dikirimkan ke Mars. NASA masih menerima pendaftaran hingga 30 September nanti.

Nantinya, nama kalian akan ditulis menggunakan sinar elektron di atas mikrochip dengan ukuran yang sangat kecil, sehingga satu mikrochip mampu menampung satu juta nama. Nama-nama tersebut akan disimpan di robot penjelajah milik NASA yang dijadwalkan meluncur pada musim pertengahan 2020 dan diharapkan mendarat di planet tetangga Bumi tersebut pada Februari 2021. 

Mars 2020 akan mendarat di dalam kawah Jezero yang memiliki lebar sekitar 45 kilometer. Kawah ini dulunya sempat menjadi lokasi delta sungai. Robot penjelajah ini memiliki misi untuk mencari tanda-tanda kehidupan, mencari ciri geologi area tersebut, mencari es air yang terkubur dan berbagai pekerjaan lainnya.


(agt/krs)/detik.com

KOMENTAR DISQUS :

Top