Senin, 10 Desember 2018 |
Peristiwa

Orang Tua Siswa Geram, Pemberian Vaksin MR di Tanjabtim Terkesan Dipaksakan

Minggu, 07 Oktober 2018 19:10:22 wib

*Pihak Puskesmas Suntik Siswa Tanpa Sepengetahuan Orang Tua

JAMBIDAILY TANJABTIM - Buntut dari pemberian Vaksin MR Rubella terus menjadi momok ditengah masyarakat. Saat ini Dinas Kesehatan diberi target untuk menyuntik vaksin kepada siswa-siswi di setiap Sekolah Dasar. Namun, dengan adanya target yang diberikan, pemberian vaksin kepada siswa terkesan dipaksakan tanpa mengindahkan persetujuan dari orang tua siswa terlebih dahulu. 

Seperti yang terjadi di Kecamatan Kuala Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim). Para orang tua siswa merasa geram dan kecewa terhadap pihak Puskesmas Kecamatan Kuala Jambi. Pasalnya, para siswa disuntik vaksin Rubella mengesampingkan persetujuan dari orang tua siswa.

Menurut pengakuan Siti Nur misalnya, yang mengatakan pada waktu sosialisasi vaksin pihak Puskesmas memberikan surat kepada orang tua siswa untuk ditandatangani setuju atau tidak jika vaksin tersebut disuntikan, namun dalam formulir yang diberikan pihak kesehatan banyak orang tua yang tidak setuju. 

Namun, sayangnya pada saat pemberian vaksin MR pada Sabtu (6/10) lalu, para orang tua tidak dberitahu, sehingga siswa langsung disuntik dan beberapa siswa mengalami efek samping setelah mendapatkan suntikan vaksin MR. 

Pada saat disuntik, anaknya dalam keadaan sakit batuk dan filek. Sehingga setelah disuntik, anaknya terlihat loyo, tidak mau makan dan kondisinya semakin melemah. 

"Karena melihat kondisi anak saya seperti itu, saya bawa anak saya ke Puskesmas. Setelah itu, anak saya disarankan dirujuk ke RSUD Nurdin Hamzah," katanya saat dihubungi via WhatsApp, Minggu (7/10/2018).

Ia menuturkan, sebelumnya, hari Rabu dan Kamis anaknya memang mengalami demam tinggi batuk dan pilek sehingga tidak masuk sekolah, dan surat izin jika anaknya sakit sudah disampaikan ke sekolah.

"Jumat dan Sabtu anak saya sudah masuk sekolah, tapi masih dalam keadaan batuk dan pilek. Seharusnya anak yang lagi sakit tidak boleh disuntik vaksin, tapi masih juga disuntik," ungkapnya. 

Selain itu lanjutnya, anaknya itu mempunyai riwayat asma. Padahal, seharusnya jika anak ada mempunyai riwayat asma tidak diperbolehkan disuntik vaksin MR.

"Kan suntik Rubella tidak dipaksakan kalau wali murid tidak mau, apalagi anak saya itu ada riwyat asma," terangnya. 

Kekesalan yang sama juga disampaikan orang tua siswa, Rati menganggap pihak Puskesmas tidak bekerja secara profesional. Sebab pihak Puskesmas memberikan vaksin kepada anaknya tidak ada pemberitahuan kepada orang tua. 

"Kan waktu yang pertama sudah jelas-jelas saya tidak setuju anak saya di vaksin, kenapa yang kedua ini anak saya di vaksin diam-diam," katanya. 

Anaknya disuntik vaksin MR tanpa sepengetahuannya, dan ia sempat mendatangi pihak sekolah dan bertanya kepada guru. 

"Guru-guru mengakui kalau pihak sekolah dipaksa oleh pihak Puskesmas. Dan saya tidak mempermasalahkan disuntiknya, tapi masalahnya obat itu memgandung unsur babi, dan anehnya kalau di daerah lain, para orang tua diberi surat formulir, tapi disini tidak ada," bebernya.


Penulis : Hendri Rosta
Editor : Hendry Noesae

KOMENTAR DISQUS :

Top