Rabu, 16 Oktober 2019 |
Ekonomi

Pekerjaan RJI Poktan Mekar Sari "Diduga Asal-asalan"

Minggu, 01 September 2019 16:56:00 wib

JAMBIDAILY TANJABTIM - Pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi (RJI) program Pemerintah Pusat melalui sumber Anggaran APBN yang pengerjaannya dengan cara swakelola oleh Kelompok Tani Mekar Sari di Kelurahan Parit Culum II Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) tahun Anggaran 2019 ini "diduga asal-asalan".

Hal itu terlihat dilapangan pekerjaan rehabilatasi jaringan irigasi tersebut, diduga semen yang digunakan kurang sehingga menimbulkan keretakan di beberapa sisi bangunan sayap jaringan. Selain itu, untuk pembesianya pun menggunakan besi 6 banci. 

Parahnya lagi, pekerjaan yang menelan anggaran sebesar Rp 60 juta rupiah itu terkesan tertutup bagi masyarakat. Pasalnya dilapangan tidak adanya dilengkapi dengan papan informasi kegiatan. 

Ketua kelompok Tani Mekar Sari, Toni dikonfimasi tidak menampik bahwa pekerjaan itu terkesan asal-asalan sehingga menyebabkan terjadinya keretakan di bangunan sayap irigasi. Dirinya berjanji akan segera memperbaiki hal tersebut. 

"Nanti akan kita perbaiki pak. Pekerjaan ini pencairannya kan baru berapa persen," kata Toni.

Disinggung mengenai pembesian, ia menuturkan jika swakelola yang dikerjakan oleh anggota kelompok tani mekar sari sesuai dengan petunjuk teknis dan gambar yang dibuat oleh pihak dinas tanaman pangan dan hortikultura Kabupaten Tanjabtim. 

"Kalau untuk besinya kenapa kita gunakan besi 6 banci ya karena dalam gambar nya seperti itu pak, malahan didalam gambar tidak ada balok penyanggah tapi kita buat dengan dana swadaya petani,"bebernya. 

Menanggapi hal itu Kepala dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Tanjabtim, Sunarno dikonfirmasi mengatakan, pihaknya akan segera menindak lanjuti dengan turun langsung kelapangan untuk mengkroscek pekerjaan tersebut. Menurutnya pihaknya berkewajiban untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap program RJI tersebut. 

"Kami akan melakukan pendalaman dan turun langsung kelapangan guna mengecek pembangunan rehabilitasi jaringan irigasi yang progres nya baru berjalan 25 persen dari anggaran yang ada dan bila terjadi kesalahan maka masih ada kesempatan untuk melakukan perbaikan,"tukasnya. 

 

Penulis: Hendri Rosta
Editor: Hendry Noesae

KOMENTAR DISQUS :

Top