Jumat, 25 Mei 2018 |
Politik

Pemekaran Kerinci Hilir: ZA Klaim Berjuang Sendiri, Adirozal Beberkan Kronologis Perjuangan Pemekaran Kerinci Hilir

Senin, 07 Mei 2018 11:50:07 wib

JAMBIDAILY KERINCI - Dokumen usulan pemerintah Kabupaten Kerinci untuk memekarkan wilayah dalam membentuk Kabupaten Kerinci Hilir kini sudah di Kementrian Dalam Negeri. Isu ini menjadi isu panas dalam debat kandidat paslon bupati dan wakil yang digelar oleh KPU Kerinci,  Sabtu malam (5/05/2018).
 
Dua calon petahana yang sama - sama bertarung di Pilkada Kerinci, Adirozal Vs Zainal Abidin.  Adirozal adalah bupati (non aktif) , sedangkan Zainal Abidin Wakil Bupati (non aktif).

Dalam debat itu,  Zainal Abidin merasa  berjuang sendiri dalam mewujudkan pemekaran Kabupaten Kerinci,  mulai dari DPRD Kerinci,  DPRD Provinsi Jambi hingga DPR – RI.  Alasan Zainal berjuang sendiri karena dialah sendiri yang hadir disetiap pembahasan pemekaran Kerinci Hilir di DPR.

Menanggapi itu,  calon Bupati Kerinci Adirozal dalam debat itu menjelaskan secara detail perjuangan berkas Pemekaran Kerinci Hilir yang sampai saat ini sudah di Mendagri.

Berikut isi penjelasan Adirozal tentang kronologis pemekaran Kabupaten Kerinci Hilir :

“Setelah mendapatkan persetujuan DPRD Kerinci, kita usulkan ke DPRD provinsi Jambi. Kita dekati DPRD Provinsi Jambi,  Alhamdulillah (Disetujui DPRD Jambi).  Ketika diusulkan ke DPR pusat,  saya lakukan bersama dan tokoh masyarakat Kerinci Hilir. Bersama dengan tokoh Kerinci Hilir,  dan saya melakukan pendekatan ke Jakarta. Termasuk saya juga mengumpulkan dana, saya sendiri secara pribadi ikut menyumbang untuk percepatan pemekaran Kerinci Hilir. Dalam mempercepat pemekaran Kerinci Hilir,  sampai sekarang ini saya selalu menanyakan ke Kemendagri. Apabila ini dan kita yakin pak zainal, mudah mudahan dimasa kepemimpinan kita, mana perlu Pak Zainal, sebelum habis masa kepemimpinan kita, dan sebelum pelantikan bupati yang baru pemekaran Kerinci Hilir sudah terwujud, ” urai Adirozal.

Menanggapi uraian atas pertanyaan itu, Zainal Abidin mempertanyakan bahwa tokoh Kerinci Hilir tidak dilibatkan. Menyikapi itu, Adirozal kembali menjelaskan perjuangan pemekaran Kerinci Hilir.  Berikut uraian Adirozal.

“Tanda tangan itu harus Bupati.  Saudari Firma menjadi saksi hidup ketika itu yang bersangkutan menjadi kepala tata pemerintahan. Ketika itu dirumah makan pagi sore Jambi. Disitupun saya tanda tangani demi percepatan pemekaran Kerinci Hilir.  Saya setuju dengan percepatan pemekaran Kerinci Hilir. Tujuan pemekaran bukan memecah belah,  tetapi bagaimana mensejahterakan masyarakat, meningkatkan pelayanan masyarakat agar lebih dekat. Itu tujuan pemekaran. Jadi pemekaran bukanlah bagi-bagi kekuasaan. Untuk itulah saya menandatangani. Untuk ke Jakarta saya dengan Pak Candra Purnama (Tokoh Kerinci Hilir), Pak Zainal Abidin juga pergi. Ketika rapat di DPR pusat yang mewakili adalah Pak Zainal Abidin, dan difoto oleh Pak Zainal. Alhamdulillah disitu ditulis Kabupaten Kerinci Hilir. Mudah-mudahan ini menjadi sebuah kenyataan, ” terangnya.  (gsm/fyo)

KOMENTAR DISQUS :

Top