Minggu, 15 September 2019 |
Peristiwa

Pemilik Membantah Tudingan, Jika Boule Bakery Larang Karyawan Sholat Jum'at

Senin, 25 Februari 2019 12:43:14 wib
Boule Bakery/Foto: Net

JAMBIDAILY PERISTIWA - Jacky, Pemilik Toko Kue Boule Bakery di Jalan Hos Cokroaminoto Simpang Kawat, tepatnya di depan SMP 11 Kota Jambi, membantah adanya Informasi yang beredar terkait dugaan melarang karyawannya untuk menunaikan Ibadah Sholat Jum'at.

"Informasi tentang larangan itu tidak benar, kami sangat menghargai karyawan kami yang akan melaksanakan ibadah terutama pada hari Jum'at," Ungkap Jacky, kepada jambidaily.com (Senin, 25/02/2019).

Jacky, lebih lanjut menuturkan tentang adanya peraturan awal seperti penjelasan HRD boule bakery, itu hanya sesaat karena langsung di revisi.

"Sesaat saja, ketika adanya masukan dari karyawan kami langsung revisi peraturan. Sekarang itu tidak ada, tidak benar informasi tersebut. Saya sekali lagi sangat menghargai perbedaan yang ada di Boule Bakery, Jambi," Jelasnya lagi.

Walaupun sempat beredar informasi larangan tersebut, Jacky selaku pemilik usaha, berharap tidak dipermasalahkan lagi.

"Saya berharap, informasi ini tidak dipermasalahkan lagi karena seperti yang saya sampaikan tadi bahwa larangan itu tidak benar adanya," Pungkas Jacky.

Toko Kue Boule Bakery di kota Jambi telah hampir menginjak usia 2 Tahun, menyajikan beragam jenis roti, baik itu roti tawar, roti sobek, roti berbagai rasa, kue tart ulang tahun, beragam Brownies, Muffin, Bolu, Puding Nastar, tidak ketinggalan juga kue tradisional dan masih banyak lagi.

Kepada jambidaily.com (Senin, 25/02/2019) Habib Syukri Baraqbah, Ketua Front Pembela Islam (FPI) Kota Jambi mengutuk keras atas dugaan pelarangan tersebut

"Kami mengecam dan mengutuk keras pelarangan tersebut. Kami akan segera menurunkan tim investigasi untuk menyelidiki masalah," Tegas Habib Syukri Baraqbah. 

"Jambi ini punya filasafah adat bersendi syara' dan syara' bersendi kitabullah jadi jangan coba-coba membuat aturan yang bertentangan dengan agama di propinsi Jambi ini," Pungkasnya menambahkan.

Sebelumnya bangko-independent.com (Sabtu, 16/02/2019) memuat Terkait adanya karyawan salah satu toko kue di Kota Jambi, yang melarang karyawannya melaksanakan salat Jumat, Walikota Jambi Syarif Fasha angkat bicara.

Meski mengaku belum mengetahui hal tersebut, tapi dia menegaskan jika memang terbukti, maka akan ada tindakan tegas terhadap pemilik usaha tersebut. Fasha mengatakan, pelaku usaha di Kota Jambi dilarang keras untuk melarang karyawannya melaksanakan ibadah.

Jika terbukti, maka izin usaha tersebut akan langsung dicabut. “Saya ingatkan kepada pelaku usaha di Kota Jambi jangan melarang karyawan muslim untuk beribadat seperti salat dan lainnya. Jika saya mendengar ada dan terbukti, maka akan saya cabut izin usahanya,” tegasnya.

 


(Hendry Noesae)

 

 


Berita Terkait:

KOMENTAR DISQUS :

Top