Sabtu, 22 September 2018 |
Politik

Pemilu 2019, Ribuan Masyarakat di Tanjabtim Terancam Tak Punya Hak Pilih

Minggu, 12 Agustus 2018 18:02:59 wib

JAMBIDAILY MUARASABAK - Kurang lebih sebanyak 4000 orang warga Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) yang berstatus pemilih potensial terancam tidak bisa menggunakan hak suaranya pada Pemilu 2019 mendatang. Hal itu disebabkan banyak warga yang belum melakukan perkaman atau belum memiliki KTP Elektronik (E-KTP).

Komisioner Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Tanjabtim, Nurkholis mengatakan, saat ini pihaknya masih berpedoman pada UU No 7 tahun 2017 serta PKPU No 11 yang menyatakan, bahwa yang menggunakan hak suara adalah warga negara Indonesia yang sudah memiliki KTP Elektronik (E-KTP) atau telah melakukan perekaman.

"Itu masuk Form Ac, Form orang-orang yang namanya berdasarkan Coklit dan Pantarli. Bahwa ketika didatangi rumah-rumahnya dicek umur semuanya memenuhi syarat, tetapi dicek didata rekam dia belum rekam E-KTP, itu tidak bisa," jelas Kholis.

Dilanjutkannya, Form Ac ini berbeda dengan pemilih pemula, yang sehari sebelum pemilu umurnya belum genap 17 tahun, pemilih pemula tidak hilang dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). 

"Tetapi jika sekarang umurnya sudah 17 tahun, namun belum melakukan perekaman E-KTP, namanya masuk dalam Daftar pemilih Sementara (DPS), namun berpotensi dihilangkan oleh sistem lewat Sidalih saat penetapan DPT," sebutnya. 

Selain itu, Kholis juga menyebutkan, terkait hal ini, KPUD di 11 kabupaten/kota se Provinsi Jambi sudah berkoordinasi dengan mengundang Disdukcapil Provinsi Jambi dan Kanwil Kemenkumham, untuk mendorong agar nama-nama yang masuk dalam Form AC, pemilih potensial yang non E-KTP untuk dikejar.

"Karena pada prinsipnya, fungsi KPUD adalah untuk melayani warga negara untuk menggunakan hak pilihnya. Jangan sampai karena belum merekam E-KTP, warga kita tidak bisa menggunakan hak pilihnya," sebutnya.

"Kita sudah bekerja, berkoordinasi dan mendorong Disdukcapil untuk dapat menyelesaikan jumlah sisa-sisa warga kita yang belum merekam E-KTP," tambahnya.

Nurkholis menjelaskan, pada tanggal 21 Agustus 2018 nanti saat penetapan DPT akan terjawab berapa jumlah warga yang belum melakukan perekaman E-Ktp.Berdasarkan data yang diperoleh dari Disdukcapil, saat ini masih ada tersisa sekitar 4000 warga Tanjabtim yang belum melakukan perekaman E KTP. 

Hal tersebut diungkapkan, oleh Plt Kadis Dukcapil Tanjabtim, Aruji. Dia menyebutkan, untuk saat ini warga yang belum melakukan perekaman yang sudah di ferivikasi kurang lebih sebanyak 4000 orang.

"Kita himbau kepada warga yang belum merekam, untuk segera menyelesaikan perekaman, karena akan digunakan untuk Pileg," sebut Aruji.

4000 warga yang belum melakukan perekaman ini tersebar disemua kecamatan. Pihak Disdukcapil pun telah menyurati pihak kecamatan untuk mendorong warg untuk melakukan perekaman. 

"Kita akan terus kejar ini selesai sebelum Pileg. Kendala kita minimnya kesadaran masyarakat melakukan perekaman," tukasnya.

Penulis : Hendri Rosta 
Editor : Hendry Noesae

KOMENTAR DISQUS :

Top