Kamis, 21 November 2019 |
Ekonomi

Pemukiman Nelayan di Tanjabtim Diduga Masuk Kawasan BKSDA, Ini Kata Wabup Robby

Senin, 08 April 2019 18:24:25 wib

JAMBIDAILY TANJABTIM - Pemukiman nelayan yang tepatnya berada di Desa Kuala Simbur, Kecamatan Muarasabak Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) diduga masuk dalam wilayah BKSDA kawasan mangrove

Hal inipun mendapat respon dari Pemerintah Daerah dan akan segera melakukan pemetaan. Pasalnya, para warga tersebut telah cukup lama berada di kawasan tersebut. Bahkan, para warga berada sejak belum adanya Tanjung Jabung atau masih dikenal dengan Batanghari.

"Informasi itu memang saya dengar dan para warga sudah bertemu sama Bupati dan saya secara langsung. Mereka membeberkan persoalan ini," kata Wakil Bupati Tanjabtim, H Robby Nahliyansyah.

Dikatakannya, menindaklanjuti persoalan ini, Pemerintah Daerah telah meminta kepada pihak Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) untuk segera turun dan memetakan lokasi permukiman warga yang dianggap masuk dalam kawasan BKSDA.

"Kita sudah minta BLHD untuk memetakannya. Baru nantinya akan kita overlay ke BKSDA dan duduk sama-sama menyesuaikan persoalan ini," sebutnya. 

Dijelaskannya, jika mengacu pada bukti-bukti serta informasi dari warga, pemukiman itu telah berdiri serta di perkuat dengan pembayaran PBB oleh warga serta KTP dan adanya bangunan desa yang telah di bangun. 

"Karena bukti-bukti inilah serta hasil pemetaan nantinya akan kita beberkan kepada pihak BKSDA, "jelasnya. 

Ditambahkannya, sebagai langkah awal Pemda melalui BLHD meminta segera memetakan lokasi tersebut. Serta pemda juga telah memberikan arahan agar pihak desa meniadakan bangunan dari desa di kawasan pemukiman.

"Langkah awal kita pemetaan terlebih dahulu. Saat ini pula pihak desa sudah Kita arahkan yang masuk wilayah yang katanya milik BKSDA jangan dimasukkan bangunan. Takutnya nanti jika dipaksakan pembangunan malah jadi persoalan," tukasnya.

 

Penulis: Hendri Rosta
Editor: Hendry Noesae

KOMENTAR DISQUS :

Top