Senin, 18 November 2019 |
Pendidikan & Teknologi

Penanaman Sayuran Organik Sistem Vertikultur Sokong Konsep Green Life

Kamis, 31 Oktober 2019 15:13:02 wib

JAMBIDAILY PENDIDIKAN - Konsep Green Life merupakan suatu wacana yang sedang dikembangkan diseluruh dunia. Pengembangan konsep kembali ke alam ini dilakukan pada semua bidang, termasuk pada lingkungan kehidupan sehari-hari. Dalam  menyokong konsep Green Life sebagai gaya hidup, Tim Pengabdian Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Jambi memberikan pelatihan Penanaman Sayuran Organik dengan Sistem Vertikultur Kepada Masyarakat dalam Lingkungan Himpunan Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Jambi. 

Tim ini diketuai oleh Fitratul Aini, M.Si yang juga merupakan Ketua Program Studi Biologi FST UNJA.Kegiatan ini bertujuan memberikan solusi cara bercocok tanam di lahan yang terbatas serta membantu masyarakat dalam hal ini melalui mahasiswa untuk memenuhi kebutuhan sayur sehari-hari bahkan bisa sebagai penghasilan tambahan bagi masyarakat dan mahasiswa.

Tujuan vertikultur adalah untuk memanfaatkan lahan yang sempit secara optimal . Sistem bertanam secara vertikultur sekilas memang terlihat rumit, tetapi sebenarnya sangat mudah dilakukan. Tingkat kesulitan bertanam secara vertikultur tergantung kepada model dan sistem tambahan yang dipergunakan. Dalam model sederhana, struktur dasar yang digunakan mudah diikuti dan bahan pembuatannya mudah ditemukan, sehingga dapat diterapkan di rumah-rumah. 

Sistem vertikultur merupakan cara pemanfaatan lahan secara efisien yang menerapkan prinsip utama penghematan ruangan dimana tanaman ditata dalam wadah atau bangunan bertingkat. Metode vertikultur sangat cocok diterapkan khususnya bagi masyarakat tani atau pengusaha yang memiliki lahan yang sempit, tanaman diatur secara bersusun menggunakan rak tanaman sesuai kebutuhan. 

Cara menanam vertikultur dengan paralon merupakan salah satu teknik dalam budidaya pertanian yang sedang hits dan trend di kalangan masyarakat. Terutama masyarakat yang berada pada daerah perkotaan dan hunian padat penduduk, dimana mereka relatif tidak memiliki lahan yang luas serta juga ruangan terbuka yang memadai untuk melakukan budidaya. 

Oleh karenanya solusi yang paling tepat, agar kembali tetap dapat bercocok tanam adalah dengan menanam tanaman dengan teknik vertikultur, tidak hanya ramah lingkungan namun teknik ini juga memiliki nilai estetika dan keindahan yang tinggi. Selain itu juga, keunggulan lain dari teknik vertikultur sendiri adalah bahan yang digunakan dapat memakai barang bekas seperti botol atau juga paralin bekas. Tentu saja hal ini cukup menguntungkan, sebab pastinya biaya yang dikeluarkan juga relatif lebih murah dan ekonomis.

Kelebihan sistem pertanian vertikultur: (1). Efisiensi dalam penggunaan lahan. (2) Penghematan pemakaian pupuk dan pestisida. (3) Dapat dipindahkan dengan mudah karena tanaman diletakkan dalam wadah tertentu. (4) Mudah dalam hal monitoring/pemeliharaan tanaman. Sistem budidaya tanaman yang dilakukan secara vertikal atau bertingkat dapat dilakukan  di dalam ruangan maupun luar ruangan. Sistem budidaya tanaman secara vertikal atau bertingkat ini merupakan konsep penghijauan yang cocok untuk daerah perkotaan dan lahan terbatas. Misalnya, lahan 1 meter mungkin hanya bisa untuk menanam 5 batang tanaman, dengan sistem vertikal bisa untuk 20 batang tanaman.

Syarat utama dalam membuat vertikultur adalah wadah harus kuat agar tidak mudah roboh dan mudah dipindahkan. Ukuran wadah atau pot vertikultur disesuaikan dengan jenis tanaman yang akan dibudidayakan. Untuk jenis tanaman sayuran daun seperti sawi, bayam, kangkung, caisim bisa menggunakan botol bekas air mineral atau pipa paralon berdiameter 3 inci. Sedangkan untuk menanam sayuran buah seperti tomat, terung, cabai besar atau cabai rawit sebaiknya menggunakan wadah yang berukuran lebih besar agar mampu menampung media tanam lebih banyak, jika menggunakan pipa paralon gunakan yang berdiameter minimal 4 inci. 

Media tanam yang digunakan harus memenuhi syarat, yakni gembur/porous dan memiliki kandungan unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Sebagian besar tanaman memerlukan sinar matahari agar mampu tu,buh secara maksimal, oleh sebab itu lokasi penempatan pot vertikultur harus diperhatikan. Letakkan tanaman vertikultur pada tempat yang tersinari matahari, minimal 6 jam sehari.

Kegiatan ini dilakukan dengan tiga tahapan yaitu melakukan penyuluhan kepada mahasiswa, memperkenalkan potensi penanaman sistem vertikultur serta mengajak Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Jambi untuk menjadikan penanaman sistem vertkultur sebagai salah satu bentuk usaha atau teknopreneurship yang sesuai  dengan visi Universitas Jambi yaitu “ World Class Technopreneurship University”Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 37 orang mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Biologi dan Farmasi, ini dilakukan di pekarangan kebun Biologi FST UNJA dan sangat menarik antusias mereka. Peserta dapat langsung memperagakan bagaimana cara membuat wadah vertikultur tersebut.  

Menurut Indra, salah satu mahasiswa peserta kegiatan ini mengatakan bahwa “ Kegiatan ini sangat menarik, dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan kami dalam bercocok tanam, dan juga ini meningkatkan soft skillskami dalam menciptakan suatu peluang usaha yang nantinya bisa kami terapkan untuk kedepannya”.

Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) ini,target yang ingin dicapai adalah mitra mampu memanfaatkan penanaman sistem vertikultur secara maksimal sehingga dapat termanfaatkan dengan baik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan menghasilkan luaran berupa sayuran organik yang berkualitas dan memiliki nilai jual yang tinggi serta tempat untuk penanaman sistem vertikultur.  Dengan demikian, sayuran organik yang telah ditanam dengan sistem vertikultur oleh mitra diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi Mahasiswa Fakultas Sains Dan Teknologi Universitas Jambi.

 


Penulis: Fitratul Aini, S.Si., M.Si
Ketua Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Jambi

KOMENTAR DISQUS :

Top