Senin, 21 Oktober 2019 |
Hukum

Penanganan Dugaan Kasus Korupsi "Lamban", Kejari "Lempar Bola" ke Polres

Minggu, 12 Juli 2015 20:17:57 wib
para aktivis pertanyakan kasus korupsi di Kejari (09/07) lalu. (doc.jambidaily.com)

JAMBIDAILY HUKUM-Belum lengkapnya berkas dugaan korupsi pembuatan Pabrik mini SMK 1 Sarolangun hingga kini, pasca dikembalikan pihak Kejaksaan Negeri Sarolangun, kinerja Polres Sarolangun mulai dipertanyakan warga melalui jejaring sosial.

Kasus yang diduga merugikan negara pada kisaran 2 milyar dari APBN 2009 itu telah berjalan empat tahun dan berkasnya telah dikembalikan pihak Kejari Sarolangun karena berkas tahap penuntutan itu tidak lengkap.

Hal ini terungkap, Saat Kasi Intel Kejari Sarolangun Yayat Hidayat SH pada sejumlah wartawan, usai menerima pendemo yang mempertanyakan kasus tersebut, kamis (09/07) lalu di kantor kejari sarolangun, mengatakan, bahwa kejaksaan sudah dua kali mengembalikan berkas pelimpahan kasus  dari penyidik polres sarolangun, sehingga kasus itu belum dilajutkan ketahap penuntutan.
 
"kami sudah dua kali mengembalikan berkas kasus itu, karena penyidik polres tidak memenuhi barang bukti baik formil maupun materil sesuai dengan petunjuk jaksa,"jelas Yayat.

Dari pernyataan kasat intel kejari itulah yang akirnya menjadi pertanyaan sejumlah kalangan, Apakah pihak Kapolres sengaja tidak mau melengkapi berkas kasus itu atau memang mandul dalam penyidikan.

Sekedar mengingatkan, Polres Sarolangun sudah menetapkan tiga tersangka pada kasus tersebut.  Dan beberapa waktu lalu unit krimsus Polres Sarolangun sudah menggledah kantor dinas pendidikan serta menyita beberapa dokumen penting terkait proyek pembuatan proyek pabrik mini SMK 1.

Persoalan hukum lain yang dipertanyakan para netizen Sarolangun, terkait penanganan kasus-kasus penyalagunaan narkoba yang hingga saat ini masih menduduki peringkat satu di jajaran Polda Jambi.
 
Sebelumnya, menguaknya kasus ini kembali, Menjelang Hari Raya Idul Fitri dan HUT Adiaksa 2015, Kejaksaan Negeri Sarolangun, Kamis (09/07) diberi Aliansi LSM Pemerhati Kasus korupsi Kabupaten Sarolangun seekor bebek yang dinamai para aktivis sebagai "Bebek Kanji".

Dalam menyampaikan orasinya, Kamis (09/07),Pemberian Bebek tersebut sebagai kritik dan  kekecewaan para aktivis terhadap Kejaksaan Sarolangun di bawah kepemimpinan Agustinus SH, yang mereka nilai lambat dalam menangani sejumlah kasus koropsi di kabupaten Sarolangun.

Disebutkanya, seperti Kasus Pabrik Mini SMK 1 Sarolangun, Pihak Kejari sudah dua kali menolak berkas pelimpahannya.  Sedangkan Kasus  dugaan Korupsi Jalan Mekar sari dan dugaan korupsi pembangunan TK Pembina Singkut, Pihak Kejari hanya menetapkan tersangkanya dari penjabat PNS saja, Sementara pelaksana maupun kontraktornya masih berlenggang.(jambidaily.com/AJI)

KOMENTAR DISQUS :

Top