Jumat, 23 Februari 2018 |
Politik - Kesehatan & Olahraga

Pencemaran Sungai Oleh PT ABP, Ini Kata DPRD Batanghari

Selasa, 01 November 2016 22:10:24 wib
Komisi III DPRD Batanghari Sidak Pengelohan Limbah Karet PT ABP

JAMBIDAILY KESEHATAN-Menindak lanjuti laporan dari masyarakat Kecamatan Pemayung Kabupaten Batanghari, terkait pencemaran sungai, Dewan telah menggelar Hearing bersama managemen PT Aneka Bumi Pratama (ABP) dan Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD).

Atas laporan tersebut, DPRD melalui Komisi III, sebelumnya telah melakukan peninjauan ke lokasi perusahaan yang bergerak di bidang industri karet yang terletak di Desa Tebing Tinggi itu.

"Terdapat kelalaian dari pihak perusahaan, limbahnya dibuang ke Sungai Batanghari. Kesimpulan dari hasil hearing, Kamis (27/10), DPRD akan melayangkan surat ke Pemda Batanghari, agar menutup kegiatan operasional dari Perusahaan ABP untuk sementara waktu, dan tidak mengurangi hak dari karyawan meskipun perusahaan tersebut tutup,"tegas Ketua DPRD Batanghari M.Mahdan S.Kom, Selasa 01 Nopember 2016, saat dikonfirmasi diruang kerjanya.

‎Dari hasil hearing komisi III tersebut, pihak BLHD telah melayangkan surat ke PT ABP. ‎Kita juga berharap, agar BLHD membuat surat rekomendasi ke BPMPPT, agar perusahaan ABP segera diberikan teguran terkait pencemaran lingkungan tersebut. Karena, surat yang dikirim saat ini hanya bersifat pemberitahuan.

"Surat teguran terhadap perusahaan ABP, perlu dilakukan karena hal tersebut merupakan pencemaran lingkungan atau penyalahgunaan dari mekanisme pengelolaan ‎limbah,"tambah politisi PAN ini.

PT ABP bisa saja beroperasi, asalkan tidak membuang limbah di sungai Batanghari. Karena, ini berdampak terhadap masyarakat sekitar, dan laporan dari warga, akobat dari limbah tersebut, menyebabkan tubuh mereka gatal-gatal ketika mandi disungai.

"Penutupan sementara ini, diharapkan tidak mengurangi hak karyawan dari PT ABP yang totalnya berjumlah sekitar 800 orang tersebut‎. Sebab hal ini merupakan kelalaian perusahan, bukan kelalaian dari karyawan. Sehingga karyawan tetap mendapatkan haknya,"ingat Mahdan.(*)


Penulis    : Syahreddy
Editor     : Hery FR

 

KOMENTAR DISQUS :

Top