Minggu, 18 November 2018 |
Nasional - Hukum

Pencurian Minyak Rugikan Kegiatan Hulu Migas di Sumbagsel

Minggu, 13 November 2016 22:31:56 wib
Ilustrasi kegiatan ilegal di hulu migas (google.co.id)

JAMBIDAILY NASIONAL-Pencurian minyak dan pengeboran ilegal oleh masyarakat (Ilegal Tapping & Drilling), perlu mendapat pengawasan bersama agar tidak merugikan kegiatan hulu migas.

"Ini merupakan hambatan non teknis pada Operasi Hulu Migas Di Wilayah Sumbagsel,"demikian ungkap Kepala Urusan Operasi  SKK Migas Perwakilan Sumbagsel, Haryanto Syafri, baru ini, saat Sosialisasi dan Pengumuman Lomba Karya Tulis bersama Forum Jurnalis Migas (FJM) Provinsi Jambi.

Dua kegiatan tersebut sangat merugikan keuangan negara, merusak lingkungan dan mengancam keselamatan dan kesehatan masyarakat.  Ini perlu peran aktif semua stakeholder.

"Ilegal Tapping Pencurian minyak dengan melubangi pipa secara manual, kemudian memasang selang untuk disalurkan. Alat penampung berupa, derigent, tank truck sampai kapal,"terang Hariyanto.

Untuk menekan ancaman kegiatan hulu migas tersebut, SKK Migas Sumbagsel telah dan terus melakukan koordinasi dengan aparat terkait, Aparat Terkait (Kepolisian, TNI), Pemda.

"Telah ada MoU Polhukam, Polri dan Ditjen Migas.  MOU Antara Kepala SKK Migas – Polri, PKS Antara KKKS – Polda dan PKS Binter Konsorsium KKKS – TNI AD,"terangnya.

Sementara itu, Kepala SKK Migas Sumbagsel, Tirat Sambu Ichtijar, berharap melalui sinergitas dengan FJM Provinsi Jambi akan terus memberi edukasi ke masyarakat peran penting industri hulu migas untuk negara dan pembangunan daerah.

"Kita berharap teman-teman media terus memberi edukasi tentang kegiatan hulu migas. Juga tak kalah pentingnya mensosialisasi dampak dari hambatan non teknis operasi hulu migas yang merugikan keuangan negara,"harapnya.

 

Penulis    : Hery FR

KOMENTAR DISQUS :

Top