Sabtu, 18 Agustus 2018 |
Politik

Penegakkan Perda, Kinerja Satpol-PP Merangin "Dipertanyakan"

Rabu, 07 Oktober 2015 09:19:27 wib
Empat Bangunan yang belum dieksekusi Satpol PP berdasarkan SE Bupati (foto:jambidaily.com/NZR)

JAMBIDAILY MERANGIN - Sesuai fungsinya sebagai penegak Peraturan Daerah (Perda), Kinerja Satpol PP Merangin dipertanyakan.

Hal ini terlihat dari penegakkan surat edaran Bupati Merangin, no 005/III/DPPP/2015 tanggal 4 April tentang penilaian Adipura, agar menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL), dan bangunan liar yang ada dikawasan DMJ.

Melalui surat itu, tiga bangunan liar yang terjaring dieksekusi diantaranya, bagunan milik PT. Famili Raya Ceria, Restoran ayam penyet dikawasan Bukit Aur Bangko. Dan empat Bangunan liar yang berada di samping Rumah Sakit Daerah (RSD), Kolonel Abundjani Bangko.

Namun, pihak eksekutor yang dipimpin Kasat Pol-PP Alamsyah hanya menertibkan milik PT. Famili Raya Ceria dan Restoran ayam penyet saja. Sementara empat bangunan liar di samping RSD, Kolonel Abundjani tidak ditertibkan.

"Kami sangat menyayangkan sikap Pol-PP Merangin ini, kenapa mereka hanya menertibkan bangunan liar didua tempat saja. Sementara empat bangunan liar sudah menghalang jalan sebelah RSD tidak ditertibkan. Padahal hari penertiban itu, bangunan liar di RSD ini, sudah termasuk dalam pembongkaran,"protes Ketua RT 06 Saprudin Tanjung dan seorang warga Kelurahan  Pematang Kandis Bangko, Mulyono, Selasa (06/10) kepada jambidaily.com, mempertanyakan kinerja Satpol PP dalam menegakkan aturan.

Diceritakannya, bahkan sejauh ini pihaknya sudah dua kali mengirim surat yang diketahui lurah Pematang Kandis, Mustakim dan Direktur RSD Abundjani Berman Seragih dan dirinya ke Satpol-PP Merangin, agar melakukan pebongkaran kembali bangunan liar tersebut. Namun ironisnya tidak ditidak lanjuti Kasi Trantibum Satpol-PP Merangin, Kapriadi.

"Sampai saat ini kami sudah dua kali mengirim surat kepihak Satpol-PP supaya menertibkan warung empat warung liar milik Edi, Iwan, Wandi dan Almarhum Siir. Namun hingga saat ini tidak respon,"jelas Saprudin Tanjung.

Menurut Saprudin, sejak empat bangunan PKL itu tersebut dibangun, masyarakat dikawasan itu merasa tidak nyaman, karena tidak ada pembuanganya, hingga beraroma kurang sedap. Dan ketika hujan limbah tersebut meleber kedepan rumah warga.

"Kami pinta Kasi Trantibum, Kapriadi, objektif, sebagai RT dan warga sudah terganggu dengan bangunan liar ini. Selain sudah menggangu aktivitas warga, limbah pembuangan mereka sudah beraorama busuk dan itu membuat warga tidak nyaman lagi,"tegasnya.

Sementara itu, Kasi Trantibum Satpol PP Merangin, Kafriadi Kalim, membatah dikatakan pihaknya tebang pilih dan tidak bernyali menertibkan PKL dipagar rumah sakit.

Dia menuding, Dinas Perumahan dan Perkotaan (DPP) merupakan pihak yang seharus proaktif dalam hal tersebut.

"Kami Satpol PP tugas kami penegak, kalau masalah pembangunan itu tata kota, terkecuali itu menganggu ketertibkan masyarakat baru kita bisa langsung bertindak,"jelasnya.

"Bukan tidak berani, kita sudah bentuk tim. Intinya kami menunggu tata kota, camat dan lurah," tambahnya.

Kafriadi juga mengatakan, jika masih ada waktu seminggu lagi untuk upaya penertiban PKL disamping pagar rumah sakit.

"Kalau ada perintah pimpinan, baru kami turun, masih ada waktu seminggu lagi. Intinya kami menunggu.  Kami akan berkoordinasi dengan tata kota lagi, jika perlu disikat ya disikat,"tegasnya.

Terpisah, Kepala Kantor Dinas Perumahan Perkotaan dan Kebersihan (DPPK), Zulhifni, melalui Kepala Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Pasar, Fauzi, menyayangkan sikap Kasi Trantibum Satpol-PP Kapriadi, bahwa dirinya tidak berkoordinasi dengan pihak DPPK.

Dari awal tiga titik lokasi pembokaran bangunan liar yang dilakukan tanggal 10 Agustus lalu kami sudah berkoordinasi ke pihak Satpol-PP. Jadi, Apa yang dikatakan Kasi Trantibum Kapriadi itu tidak jelas.

"Hari ini, kita sedang mendata lagi pemilik bangunan liar tersebut. Kemudian berkoordinasi kembali ke pihak Satpol-PP untuk menertibkan PKL liar itu. Apabila Kasi Transtibum tidak juga mengeksekusi bagunan itu, maka pihaknya yanga akan mengeksekusinya," tandas Fauzi. (jambidaily.com/NZR)

KOMENTAR DISQUS :

Top