Minggu, 15 September 2019 |
Suaro Wargo

Peni Andrisa: Destinasi Religi di Provinsi Jambi

Sabtu, 19 Mei 2018 04:34:15 wib
Masjid Al-Falah Jambi/Foto: http://duniamasjid.islamic-center.or.id

JAMBIDAILY SUARO WARGO - Jika Anda ke Kota Jambi atau melewati Kota Jambi pada mudik Lebaran tahun ini, maka "Masjid Seribu Tiang" atau yang memiliki nama resmi Masjid Agung Al-Falah tidak boleh luput dari kunjungan. Pasalnya, masjid tersebut menawarkan pesona tersendiri bagi masyarakat yang sekadar berkunjung atau untuk beribadah.  masjid ini juga Tak hanya mampu menampung jemaah hingga puluhan ribu orang, masjid berjuluk Seribu Tiang ini konon menyimpan sejarah kesultanan Jambi di masa lalu.masjid ini tidak dikasih sekat ,siapa siapapun boleh berkunjung ke masjid ini untuk beribadah. 

Meskipun dijuluki Masjid Seribu Tiang, nyatanya Masjid Agung Al Falah hanya memiliki 232 tiang saja. Tahun 1906 lokasi bekas istana sultan tersebut dijadikan asrama tentara Belanda yang digunakan sebagai tempat pemerintahan Keresidenan. Di era kemerdekaan sampai tahun 1970an lokasi tersebut masih difungsikan sebagai asrama TNI di Jambi.

Pada awalnya gagasan pembangunan Masjid Agung sudah mengemuka tahun 1960-an oleh pemerintah Jambi, beserta tokoh tokoh Islam Jambi. Namun, proses pembangunan masjid baru dimulai tahun 1971. Para alim ulama dan tokoh tokoh Jambi di antaranya M.O. Bafaddal, H Hanafi, Nurdin Hamzah, dan gubernur saat itu (Tambunan atau Nur Admadibrata) Sepakat untuk membangun masjid agung di lokasi tersebut dan dan merelokasi asrama TNI. Salah satu alasan kenapa masjid yang dibangun di lokasi bersejarah tersebut adalah mengacu pada lambang Jambi yang terdapat gambar Masjid. Masjid Agung Al-falah kota Jambi diresmikan penggunaannya oleh presiden Soeharto pada tanggal 29 September 1980.

Penamaan Masjid Agung Al-Falah sendiri yang dalam bahasa Indonesia berarti kemenangan memiliki dua arti. Dari segi agama, kemenangan bisa dicapai apabila umat muslim senantiasa meningkatkan keimanan serta ketakwaan. Sedangkan dalam segi historis, lokasi dimana masjid dibangun yang sempat jatuh di tangan Belanda berhasil kembali direbut dengan perjuangan rakyat.

Pesona Masjid kebanggaan warga Jambi ini berdiri di atas lahan seluas lebih dari 26.890 M2 atau lebih dari 2,7 Hektar, sedangkan luas bangunan masjid adalah 6.400 M2 dengan ukuran 80m x 80m, dan mampu menampung 10 ribu jamaah sekaligus. Sedari awal bangunan Masjid Agung hingga sekarang tetap dipertahankan sesuai bentuk awalnya. Kalaupun ada renovasi hanya penambahan ukiran pada mihrab imam, tanpa merombak bentuk awal Masjid. dan mengganti pembungkus tiang pada tahun 2008.

Terdapat arsitektur masjid agung afalah ini terdapat Sebuah kubah besar terlihat di atap masjid yang menambah kesan megah dari sebuah bangunan religi. Masjid juga tak memiliki pintu dan jendela, konsep terbuka dan tanpa sekat ini menimbulkan kesan keramahan dan keterbukaan.Pada bagian luar Masjid Agung Al-Falah, akan ditemukan sebanyak 192 tiang berbahan beton yang berwarna putih menjadi penyangga bangunan masjid bagian luar. Tiang-tiang ini memiliki ukuran yang lebih kecil jika dibandingkan dengan tiang-tiang pada bagian dalam masjid.

Ketika kita memasuki ke dalam masjid, terdapat 40 tiang dengan diameter yang lebih besar. Tiang-tiang ini berhiaskan ukiran yang terbuat dari kayu pada bagian bawah, serta dilapisi tembaga pada bagian tengah. 40 tiang ini merupakan penyangga utama bagi kubah besar yang terdapat pada Masjid Agung Al-Falah.

Saat kita melihat ke dalam kubah besar, pengunjung akan terkejut dengan adanya hiasan aksen garis-garis dalam berbagai warna. Hal ini sangat bertolak belakang pada bagian luar kubah yang hanya dilapisi dengan cat berwarna putih polos. Kubah pun semakin nampah indah dengan adanya kaligrafi yang terbuat dari kaca. Kehadiran sebuah lampu hias dengan ukuran cukup besar bermaterialkan tembaga, juga semakin mempercantik sisi dalam masjid. Pada sisi mihrab, Masjid Agung Al-Falah ini dihiasi dengan aneka kaligrafi yang terbuat dari kuningan dan tembaga. Bagian kanan mihrab, terpatri kaligrafi yang bertuliskan asma Allah SWT, sedangkan pada sisi kiri berhiaskan kaligrafi Nabi Muhammad SAW. Pada kiri dan kanan mihrab, terdapat pula kaligrafi bertuliskan empat sahabat nabi.

Bagi para berkunjung atau jamaah yang hendak beribadah maka akan menemukan fasilitas seperti tempat parkir yang mampu menampung puluhan mobil, tempat penitipan sepatu dan sandal, tempat wudhu, dan toilet. Masjid ini juga telah dilengkapi dengan genset, serta sound system lengkap.Tidak ada salahnya kita perlu mengenalkan melewati media .untuk mengngungkapkan dan ketidaktahuan bahwa provinsi jambi juga mempunyai wisata religi bahkan menjadikan tujuan wisata dari berbagai wisatawan lokal maupun sampai mancanegara

 


...


Ditulis Oleh
Nama: Peni Andrisa
Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Fakultas: ekonnomi dan bisnis islam
Jurusan: ekonomi syariah

 

 

 

*isi sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis

KOMENTAR DISQUS :

Top