Senin, 19 Agustus 2019 |
Hukum

Perairan Tanjung Jabung, Terdeteksi sebagai 'Jalur Manis' Lintas Penyelundupan Baby Lobster

Senin, 22 April 2019 17:01:09 wib

JAMBIDAILY HUKUM - Perairan wilayah kabupaten Tanjung Jabung baik barat maupun Timur, provinsi Jambi sepertinya menjadi 'jalur manis' untuk lintas dalam menyelundupkan benih Baby Lobster (BL) yang akan dibawa ke luar negeri.

Dugaan tersebut diperkuat dengan besarnya hasil tangkapan yang digagalkan oleh Aparat penegak hukum, baik itu Kepolisian maupun TNI Angkatan Laut. Berdasarkan data dari Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu (BKIPM) provinsi Jambi (Senin, 22/04/2019) bahwa dalam Rentang 10 - 21 April 2019, jajaran aparat penegak hukum telah berhasil menggagalkan 466.578 (empat ratus enam puluh enam ribu lima ratus tujuh puluh delapan) ekor BL, senilai 71,1 Miliar rupiah lebih dengan lokasi penangkapan 1. Kualatungkal,  2. Nipah panjang, 3. Muara Sabak, dan 4. Kampung Laut.

Adapun rincian rekapitulasi dari BKIPM Jambi, yaitu:
10 April 2019
BL Mutiara 1.105 Ekor
BL Pasir 68.200 Ekor
Jumlah 69.305 ekor
Nilai Kerugian 10.451.000.000,- (Rp)

14 April 2019
BL 20.000 ekor
Nilai Kerugian 3.500.000.000,- (Rp)

18 April 2019
BL Mutiara 10.773 Ekor
BL Pasir 235.900 Ekor
Jumlah 246.673 ekor
Nilai Kerugian 37.539.600.000,- (Rp)

21 April 2019
BL Mutiara 2.200 Ekor
BL Pasir 128.400 Ekor
Jumlah 130.600 ekor
Nilai Kerugian 19.700.000.000,- (Rp)

Menariknya tidak hanya jalur laut, pelaku juga berani melewati darat jelang perairan. Seperti penggagalan penyelundupan BL pada Kamis dini hari, (18/4/19), sekitar pukul 02.00 WIB, yang mana pada saat itu tim opsnal PAM Pemilu 2019, Polres Tanjab Timur yang terdiri dari 2 orang anggota bernama AIPDA Sarofi dan Bripka M. Yunus sedang melaksanakan kegiatan Pam Pemilu 2019 di Desa Lambur Luar Kecamatan Muara Sabak Timur Kabupaten Tanjab Timur.

Terkait itu, serambijambi.id (Kamis, 18/04/2019) mediapartner jambidaily.com, melaporkan Kapolres Tanjab Timur AKBP Agus Desri Sandi, S. IK. MM mengatakan penggagalan penyelundupan BL kali ini merupakan yang terbesar se-Provinsi Jambi, dengan barang bukti sebanyak 246.673 ekor terdiri dari 2 jenis diantaranya, jenis mutiara sebanyak 10.773 ekor dengan estimasi kalau dirupiahkan Rp. 200.000,- per ekor, sedangkan jenis pasir sebanyak 235.900 ekor, dengan estimasi kalau dirupiahkan Rp. 150.000,- per ekor.

“Dalam hal ini Negara dirugikan dengan total Rp. 37.539.600.000,- (Tiga Puluh Tujuh Milyar Lima Ratus Tiga Puluh Sembilan Juta Enam Ratus Ribu Rupiah),” terang Kapolres Tanjab Timur AKBP Agus Desri Sandi didampingi Waka Polres Tanjab Timur dan Kasi Pengawasan Pengendalian Data dan Informasi BKIPM Provinsi Jambi, saat menggelar konferensi pers, Kamis (18/4/19) Siang, di Mapolres Tanjab Timur.

 


(Hendry Noesae)

 

 

 

Berita Terkait:

KOMENTAR DISQUS :

Top