Senin, 19 November 2018 |
Politik - Pendidikan & Teknologi

Pertama di Jambi, Pilkades Serentak Batanghari Gunakan Sistem E-Voting

Selasa, 22 Maret 2016 12:30:27 wib
Ilustrasi (google.co.id)

JAMBIDAILY POLITIK-Pertama kali di Provinsi Jambi  dan menjadi terobosan baru, pemilihan 33 Kepala Desa Serentak di Kabupaten Batanghari menggunakan sistem E-Voting pada Pilkades serentak pada Juli 2016 mendatang.

Pelaksanaan pilkades serentak tahap pertama di Batanghari ini pada  21 juli 2016 nanti.  Pelaksanaanya, bekerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi secara E-Voting.  Tanpa kertas suara. Mulai hari ini Selasa 22 Maret 2016, kita lakukan sosialisasi perubahan sistem tersebut.

"Ya, saat ini kita sedang fokus soal sosialisasi sistemnya, sebelumnya kita sudah Melaksanakan pelatihan tekhnis e-voting, ada sebanyak 10 orang terdiri dari BPMPD, Dukcapil, PDE dan Sudah selesai serta Pengadaan barang terkait e-voting,"papar Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Batanghari, Adnan, kepada jambidaily.com.

Dan satu kebanggan, sistem E-Voting pada Pilkades di Batanghari nanti, merupakan penerapan pertama di Indonesia.

"Batanghari merupakan daerah yang pertama di Jambi dan urutan ke-9 secara nasional menggungakan  sistem e-voting dalam pelaksanaan pilkades serentak,"jelasnya.

Melalui sistem tersebut, terdapat kemudahan bagi masyarakat dalam memilih dan kemungkinan potensi angka kecurangannya pun lebih kecil dibandingkan dengan sistem pemungutan suara lewat kertas.

"Sistem e-voting lebih mudah terpantau hasil perhitungannya pun cepat dilakukan. Pemilih tinggal melakukan voting dalam bilik suara yang menggunakan komputer dengan sistem koneksi server.  Setelah memilih dimonitor langsung muncul iya atau tidak saat kita klik pada salah satu calon,"urai Adnan.

Tak hanya perubahan sistem pemilihan, pada Pilkades mendatang para calon Kades tidak dipungut biaya pendaftaran karena semuanya dianggarkan oleh APBD.  Hanya saja pesertanya yang dibatasi. Untuk pilkades serentak tahap pertama ini ada 33 desa yang akan melaksanakannya.

"Yang penting selain memenuhi persyaratan umumnya, calon kepala Desa tidak terlibat narkoba, harus bisa baca tulis al-qur'an. Tidak kena sanksi adat selama satu tahun sebelum pendaftaran. Ini persyaratan krusial dari Pemda yang disebut persyaratan muatan lokal,"pungkasnya.(jambidaily.com/RED)

 

KOMENTAR DISQUS :

Top