Kamis, 05 Desember 2019 |
Ekonomi

Pertamina EP Jambi, Terus Aktif Berinovasi di Tengah Gencarnya Para Penambang Minyak Liar

Sabtu, 28 September 2019 20:10:04 wib
(Stasiun Pengumpulan Utama PEP Jambi/Foto: Hendry Nursal/jambidaily.com)

JAMBIDAILY EKONOMI - SKK Migas - PT Pertamina EP Asset 1 Field Jambi, terus meningkatkan performanya dalam ekplorasi dan produksi minyak di Jambi, dengan cara berinovasi yang akan berimbas langsung pada keefektifan hasil serta ramah lingkungan di tengah gencarnya para penambang liar yang kini semakin santer terdengar ke publik.

Menjawab pertanyaan jambidaily.com (Kamis, 26/09/2019), strategi apa yang diterapkan Pertamina EP (PEP) Jambi terkait penambang minyak liar terhadap hasil produksi dan imbas secara langsung "Kami intens untuk melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait baik tingkat Pemerintah Pusat ataupun Pemerintah Daerah. Kegiatan ilegal drilling tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu institusi saja, melainkan kerja sama, dukungan dan komitmen berbagai stakeholder. Akibatnya, PEP Field Jambi tidak dapat melakukan pembebasan lokasi yang akan digunakan untuk pemboran sumur-sumur baru," Jawab Manajemen Pertamina EP secara tertulis.

Tingkat keamanan dan keselamatan jiwa bagi pekerjanya di lokasi, pengaruh buruk terhadap lingkungan bukan cerita baru, sebagai hasil akibat penambangan minyak liar. Lantas seperti apa Pertamina EP Jambi, menghadapi hal tersebut baik memaksimalkan sumur yang ada maupun melakukan eksplorasi di titik sumur baru,?

Jajaran manajemen Pertamina EP Jambi, memberikan ruang khusus bagi insan pers pada (Kamis, 26/09/2019) berupa media visit yang diterima langsung oleh Gondo Irawan, Jambi Field Manager; Andrew, Pjs. Asset 1 Legal & Relation Manager; Ari Rachmadi, Jambi Legal & Relation Asst. Manager; Alip Triwanto, Jambi Engineering & Planning Asst. Manager; Rido Eko Hanggoro, Jambi Production & Operation Asst. Manager; dan Willy Zulkifli, Jambi WOWS Asst. Manager.

Pada kesempatan ini, Gondo Irawan, Jambi Field Manager, menjelaskan Pertambangan Field Jambi memiliki luas wilayah 5.751 KM persegi, berawal di Lapangan Jambi penemuan NIAM pada tahun 1922 dengan melakukan sumur pemboran BJG‐01, tahun 1945-1948 Lapangan Jambi dikelola oleh PERMIRI, 1948-1959 dikelola NIAM, 1960-1968 dikelola PN PERTAMIN, 1968-1971 dikelola PN PERTAMINA, 1971-1992 dikelola PERTAMINA, 1992-1997 dibawah PT Pertamina EP Regional Sumatera (Field Jambi) bekerjasama dengan JOB-Ptm Asamera Jambi Ltd (Mengoperasikan lapangan Kenali Asam, Tempino dan Bajubang), 1997-2002 dioperasikan JOB-Ptm Gulf Resource Jambi Ltd, 2002-2005 dioperasikan JOB-Ptm Pearl Oil Jambi Ltd, 2005-31/09/2009 dikelola PT Pertamina UBEP (Jambi), 31/09/2009-31/03/2013 dikelola PT Pertamina UBEP (Jambi) tidak lagi berada dibawah PT Pertamina EP Region Sumatera, 01/04/2013 hingga saat ini berganti nama menjadi PT Pertamina EP Asset 1 Field Jambi.

"Alhamdulillah sampai sekarang sumur yang telah ada sejak 1922 tersebut masih ada hasil, terakhir minggu kemarin menghasilkan sekitar 20 barel," Ungkap Gondo Irawan.

PEP Jambi, tercatat telah melakukan pengeboran hingga September 2019 sebanyak 843 sumur; 189 aktif, 366 suspended, 7 pengamatan, 104 Abandon, 89 injeksi, 12 sumber air, 76 lain-lain. Sumur tersebar di Kota Jambi, Kabupaten Batanghari dan Muaro Jambi seperti Kenali Asam, Simpang Tuan, Tuba Obi, Sengeti, Setiti, Bungin Batu, Panerokan, Bajubang, Tempino, Sungai Gelam, KTT dan KTB, yang masa KKKS berakhir pada 17 September 2035.

Sebagai perusahaan resmi yang memiliki standarisasi dalam pengelolaan Minyak dan Gas (Migas) PEP Jambi berkomitmen penuh menjaga proses hulu hingga ke hilir yaitu Sumur migas-Stasiun Pengumpul-Stasiun Pengumpul Utama/PPP-Kilang (Refinery Unit).

Dimulai dari sumur migas, PEP Jambi melakukan pengambilan minyak dengan menggunakan pompa angguk mengalir ke stasiun pengumpulan yang akan memisahkan antara gas dan cairan, untuk gas akan disalurkan ke pembangkit listrik juga perumahan, lalu cairan menuju stasiun pengumpulan utama, akan dilakukan lagi pemisahan antara minyak dan air. Air akan masuk ke tangki dan diproses menuju sumur injeksi yang kembali masuk ke tanah, sementara minyak menuju tangki diproses oleh kilang.

"di Kantor PEP Jambi ini operasionalnya menggunakan gas sendiri juga ke perumahan yang berada di wilayah kami, lalu air tadi tidak dibuang atau menjadi limbah. Air itu kita olah lagi dan dialirkan ke sumur injeksi, karena adanya kandungan minyak yang sedikit jauh dari sumur produksi. Harapan sumur injeksi nantinya berperan agar dapat mendorong kandungan minyak menuju sumur produksi yang kembali kita ambil untuk diolah," Beber Gondo Irawan di Kantor PEP Jambi.

Saat berkunjung dan melihat langsung salah satu sumur yaitu RIG 8-292 dalam kenali asam yang sedang dalam pengerjaan berupa pengantian peralatan pipa pemboran. RIG 8-292 telah dilakukan pemboran pada tahun 2000-an, sumur yang sudah cukup lama dihentikan, PEP Jambi kembali mengoperasikan dengan target 20 BOPD.

"Kita berharap sumur RIG 8-292 bisa menghasilkan dan menjadi peluang baru di PEP Jambi, di lokasi ini ada dua sumur, yang kita kerjakan sumur 292 dan masuk dalam struktur Kenali Asam. Untuk tahapan kita akan melakukan pembersihan terlebih dahulu memastikan peralatan bisa masuk, lalu RIG masuk yang namanya RIG Mobilisasi setelah itu RIG Up mendirikan peralatan ini, selanjutnya dilakukan cek list dari tim Inspeksi (HSE), tim operasi, tim PE dan lainnya memastikan bahwa semua pekerjaan siap dilaksanakan sesuai program, berikutnya diadakan mitigasi secara resiko, jika sudah siap barulah kemudian kita melakukan operasi," Terang Gondo Irawan.

(PEP Jambi memperkenalkan Drip Pan/Foto: Hendry Nursal/jambidaily.com)

(Gondo Irawan, memperkenalkan Drip Pan/Foto: Hendry Nursal/jambidaily.com)

Disini PEP Jambi memperkenalkan inovasi baru, Pertamina Asset 1 Jambi Field bagian Workover Well Service (WOWS) PC Prove Drifting berhasil menemukan terobosan baru, yakni "Drip Pan". Terobosan ini bertujuan untuk mengurangi cairan limbah yang keluar dari dalam sumur bisa terlokalisir, sehingga ramah lingkungan. Drip Pan telah diuji pada 5 sumur, bekerja secara efektif mampu menjawab permasalahan cairan yang dapat menyebar.

Tidak hanya sampai disitu saja, melengkapi kunjungan media dengan memperkenalkan Central Facilities Pertamina EP Jambi Field. Alip Triwanto, Jambi Engineering & Planning Assisten Manager menerangkan RT Prove Scaler In The Sky, tema meningkatkan lifetime sumur dengan aplikasi Scale BUM untuk mengatasi problem scale di Field Jambi, replikasi dari temuan Pertamina EP Asset 2 Prabumulih Field.

"Prinsip kerja alat ini adalah mereaksikan antara ion karbonat dan bikarbonat yang terkandung dalam air formasi dimana ion-ion inilah sebagai penyebab terjadinya kerak dengan tembaga. Untuk mendapatkan reaksi tersebut dibuatlah alat SCALE BUM yang berbahan dasar kawat tembaga, kawat tembaga ini didapatkan dari material bekas kabel ESP yang banyak tersedia di Field Jambi. Inovasi tersebut telah berhasil mengatasi permasalahan kerak yang awal sebelum diaplikasikan inovasi ini, sumur BJG-122 perlu dilakukan perawatan sebanyak 3 kali dalam setahun. Namun setelah menggunakan inovasi tersebut, sejak bulan Maret 2019 hingga saat ini sumur BJG-122 belum dilakukan perawatan sama sekali” ujar Alip Triwanto

Selain itu, salah satu permasalahan yang sering dihadapi oleh lapangan tua (brown field) seperti Pertamina EP Field Jambi adalah masalah kepasiran. Berulangnya pompa-pompa sumur minyak mati akibat masalah kepasiran seringkali dialami oleh Pertamina EP Field Jambi. Untuk mengatasinya, salah satu Tim PC-Prove Gaul telah berhasil melakukan inovasi alat penangkal pasir dengan tujuan agar pasir tidak masuk ke dalam pompa, dan mereka menyebutnya dengan “GA Ulir”.

Alip Triwanto selaku Jambi Engineering & Planning Assistant Manager menjelaskan bahwa prinsip kerja inovasi GA Ulir hampir mirip dengan prinsip kerja Cyclone Separator, dimana untuk menciptakan efek siklon dibuatkan ulir yg didesain secara spiral. Ulir spiral inilah yg menciptakan aliran spiral. Campuran Fluida cair, gas dan padatan (partikel pasir) dipaksa bergerak dari intake yg letaknya di atas sehingga terjadi aliran dari atas ke bawah, adanya ulir menyebabkan aliran akan bergerak secara spiral. 

(di Lokasi sumur RIG 8-292/Foto: Hendry Nursal/jambidaily.com)

(PEP Jambi memperkenalkan SCALE BUM/Foto: Hendry Nursal/jambidaily.com)

“Gaya sentrifugal dan gaya inersia menyebabkan partikel terlempar ke arah luar, membentur dinding dan kemudian bergerak turun ke penampung pasir (Mud Anchor) sehingga cairan yang masuk ke pompa sudah bersih dari pasir” ungkap Alip.

Gondo Irawan selaku Jambi Field Manager terus mendorong para personilnya agar terus melakukan inovasi untuk menjawab tantangan-tantangan yang dihadapi oleh perusahaan. Gondo menjelaskan bahwa GA Ulir telah diaplikasikan pada sumur KTT-25 di Ketaling dan terbukti meningkatkan lifetime sumur. “Sejak Januari 2019, GA Ulir telah diaplikasikan pada sumur KTT-25 dan hingga saat ini belum diketemukan pompa mati akibat masalah kepasiran. Sebelum ada inovasi GA Ulir ini, sumur-sumur harus dilakukan perawatan setiap dua bulan sekali” jelas Gondo sambil mengapresiasi inovasi GA Ulir.

Inovasi terbaru bagi PEP Jambi, menjadi prestasi bagi peningkatan performa menjawab berbagai permasalahan dalam ekplorasi dan produksi minyak di Jambi.

"Saat ini ada 263 jumlah sumur yang dikelola oleh Pertamina EP Asset 1 Field Jambi untuk disalurkan ke Stasiun Pengumpul Utama (SPU) yang nanti selanjutnya akan disalurkan ke unit pengolahan. Dengan hasil produksi Kontribusi PEP Field Jambi (2800 BOPD) terhadap Pertamina EP (85ribu BOPD) sebesar 3,5%. Kontribusi PEP Field Jambi (2800 BOPD) terhadap Produksi Migas Nasional (800ribu BOPD) sebesar 0,35%. Saat ini, kita sedang melakukan pemboran satu sumur eksplorasi di Desa Sungai Gelam, Kecamatan Sungai Gelam yaitu sumur Tulip Jingga yang dilakukan tajak tanggal 11 September 2019," Imbuh Gondo Irawan.

PEP Jambi berpegang teguh dan membuktikan Sebagai lokomotif perekonomian bangsa Pertamina merupakan perusahaan milik negara yang bergerak di bidang energi meliputi minyak, gas serta energi baru dan terbarukan, dikelola secara profesional, menghindari benturan kepentingan, tidak menoleransi suap, menjunjung tinggi kepercayaan dan integritas. Berpedoman pada asas-asas tata kelola korporasi yang baik.

"PEP Field Jambi akan menindak tegas jika ada personil yang terlibat dalam kegiatan penambangan minyak liar, tentunya dengan disertai bukti-bukti yang jelas dan akurat," Pungkas Gondo Irawan.

(PEP Jambi menunjukan contoh-contoh hasil minyak/Foto: Hendry Nursal/jambidaily.com)

 

 

 

(Hendry Nursal)

KOMENTAR DISQUS :

Top