Kamis, 27 Juni 2019 |
Hukum

Pertamina Menjamin Kualitas BBM, Tidak Ada Hasil Illegal Drilling Masuk SPBU di Jambi

Senin, 08 April 2019 16:27:56 wib
Ilustras/Foto: pertamina.com

JAMBIDAILY HUKUM - Masih berkembangnya desas desus hasil dari Aktivitas pengeboran minyak Illegal atau Illegal Drilling yang menjadi sorotan akhir-akhir ini masuk ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jambi, Pertamina membantah dan menjamin karena penyuplaian sudah sesuai standar aturan yang berlaku.

Hal tersebut disampaikan Hendra Saputra, Sales Executitive Retail VII Jambi Kepada jambidaily.com (Senin, 08/04/2019) tidak adanya Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berasal dari Hasil Pengeboran Minyak Ilegal (Illegal Drilling) bisa lolos memasuki SPBU.

"Kalau beli di pengecer kami tidak jamin kualitasnya, kalau di SPBU pasti kita jamin. Minyaknya ya...dari Depot pertamina di Kasang. Kalau ada yang tidak sesuai ada minyak yang kurang berkualitas laporkan kepada saya, biar di cek. Tapi kalau belinya di SPBU pasti minyaknya dari Pertamina," Ungkap Hendra Saputra, saat berjumpa di kantor Hiswana Migas, Kawasan Taman Tanggo Rajo kota Jambi.

Adanya dugaan Minyak hasil pengeboran Ilegal sampai di SPBU, Hendra menegaskan bahwa tidak akan terjadi hal tersebut karena berasal dari Depot PT. Pertamina (Persero) Fuel Terminal Jambi di Jl. Raden Pamuk No.02, Kecamatan Jambi Timur Kota Jambi, dan prosesnya sudah berdasar standar yang berlaku.

"Kalau dari SPBU itu tidak mungkin, semua sesuai permintaan dan pasti sumbernya dari depot sini. Terkait isu berkembang bahwa minyak hasil pengeboran Ilegal masuk ke SPBU, minyaknya masuk melalui apa segala macam, kalau di kita sudah ada standarnya, ada namanya SPBU pasti PAS. Itu semua di cek, jumlah literan diketahui dari laporan setiap hari dan kita juga cek langsung ke lokasi. Jika ada laporan perbedaan beli 8000 liter sementara laporan 10.000 liter maka akan ketahuan," Terang Hendra Saputra.

"Terakhir diaudit oleh BPK tentang laporan, kita masih aman. Kalau secara SOP tidak mungkin masuknya Minyak Hasil Pengeboran Ilegal," Tambahnya menegaskan. 

Disinggung kemungkinan adanya pertukaran di jalan saat proses penyuplaian BBM dari depot Pertamina ke SPBU,?

"Balik lagi ke SOP, pertama masuk minyak dikirim terus diisi BBM-nya itu ditutup dan ada segel, bagian bawah juga ada segel. Segel itu tidak ada duplikatnya, nanti akan ada penyesuaian data di SPBU. Begitu sampai di SPBU akan Diperiksa sama atau tidak kuantitasnya, segelnya rapi atau tidak. Lalu di cek sample sebelum masuk ke Tangki dan berbagai macam, rasanya jika tercampur tidak mungkin," Pungkas Hendra Saputra.

 

 

(Hendry Noesae)

 

 

 

 

Berita Terkait:

KOMENTAR DISQUS :

Top