Senin, 19 November 2018 |
Pendidikan & Teknologi

Peserta FLS2N Tingkat SMP Asal Jambi Dapat Pelatihan dari Theduardo Adhi Prasetyo 'Gitaris Jebolan Jerman'

Selasa, 28 Agustus 2018 21:30:19 wib

JAMBIDAILY PENDIDIKAN - Salah satu peserta asal Jambi, mendapat kesempatan ikuti pelatihan khusus dari Juri Lomba untuk cabang Gitar Solo Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat SMP, 28-29 Agustus 2018 di Provinsi Bangka Belitung.

"Untuk gitar solo dipilih 2 peserta untuk 'les' langsung dari Theduardo Adhi Prasetyo salah satu juri lulusan Jerman selama disini, yang terpilih dari Aceh dan Jambi yaitu M Fahreza Rianto, siswa SMP Negeri 26 Kabupaten Muaro Jambi," Ungkap Titas Suwanda, Guru pendamping kepada jambidaily.com (Selasa, 28/08/2018).

Peserta asal Jambi telah merampungkan 3 Cabang yaitu Tari Kreasi, Gitar solo dan Vokal Solo. Masih menyisakan satu cabang yaitu Musik tradisi.

"3 cabang sudah tampil, tinggal tunggu pengumuman dan 1 cabang besok malam musik Tradisi (Rabu,29/08/2018)," Terang Titas.

Terkait lomba yang saat ini masih berlangsung, Titas lebih menekankan pada pengalaman dan Menggali Ilmu lebih banyak dari pemaparan para juri.

"Peluang juara mungkin agak berat, tapi paling tidak peserta sudah tampil maksimal. Lebih penting lagi, bisa menggali ilmu dari paparan para juri dan pengalaman berproses," Ujar Titas.

Siapakah Theduardo Adhi Prasetyo,?

Theduardo memulai bermusik dengan mempelajari gitar dibawah bimbingan Bapak Eddy Husni Rachim di Yayasan Pendidikan Musik. Beberapa tahun setelahnya, ia memulai mempelajari selo dibawah bimbingan Ibu Erfy dan ikut bermain selo di Twilite Youth Orchestra, dengan Eric Awuy dan Budi Utomo Prabowo sebagai pengaba. Ia lalu memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di bidang musik.

Saat ini Theduardo adalah seorang mahasiswa dengan jurusan Instrumental Pedagogy di bidang gitar di Hochschule für Musik Detmold, Jerman. Ia belajar dibawah bimbingan Prof. Dale Kavanagh. Selain itu, ia juga aktif mengikuti Masterclass yang diberikan oleh gitaris -gitaris dunia, seperti Thibault Cauvin (Prancis), Prof. Jurgen Rück (Jerman), Prof. Hans Werner Huppertz (Jerman), Michael Newman (USA), Bruce Holzman (USA), Prof. Tilman Hoppstock (Jerman) dan John Paul (Indonesia). Selain musik klasik, Theduardo memiliki ketertarikan yang dalam terhadap musik flamenco, jazz dan musik etnis. Ketertarikan ini membuatnya mengikuti Workshop dengan gitaris flamenco internasional, seperti Eduardo Trassierra, Rafael Rodriguez, Antonio Andrade, dan Salvador Gutierrez. Theduardo juga aktif bekerja sama dan mengiringi penari-penari flamenco, terutama di kota Detmold dengan kelas yang dibimbing oleh Ángeles Santiago. Theduardo adalah penerima beasiswa Deutschlandstipendium dari Studienfonds OWL. (Sumber: gitarklasiksemarang.com)

Sementara itu rimanews.com mewartakan (Kamis, 24/03/2016) yang lalu bahwa berjudul "Musisi Indonesia Dapat Penghargaan di Spanyol" bahwa Duet musisi Indonesia "Duo Schoko" terdiri Giovani Biga (biola) dan Theduardo Prasetyo (gitar) berhasil menjadi salah satu dari empat finalis International Chamber Music Competition of Arnuero di Taman Nasional Ecoparque Trasmiera Spanyol.

Walaupun tidak mendapat dua juara utama, Giovani Biga berhasil meraih predikat Instrumentalis Terbaik pada kompetisi terkemuka kategori Musik Kamar untuk grup musik sastra dari duo sampai quintet, yaitu terdiri dari dua sampai lima musikus di Spanyol ini, demikian keterangan dari KBRI Madrid, Kamis (24/03/2016).

 

(Hendry Noesae)

KOMENTAR DISQUS :

Top