Sabtu, 17 November 2018 |
Ekonomi

Petani di Tanjabtim Kian Menjerit

Senin, 30 Juli 2018 19:47:22 wib
ilustrasi

JAMBIDAILY MUARASABAK - Terus anjloknya harga komoditi kelapa dalam, sawit dan pinang ditingkat petani belakangan ini semakin dikeluhkan para petani. Bagaimana tidak, hasil sehari-hari, mingguan dan pertriwulan untuk kelangsungan hidup dari hasil penjualan komoditi petani kini terus mengalami penurunan harga. Padahal sebelumnya, ketiga komoditi ini membuat lega para petani dengan harga jual cukup memuaskan.

Turunnya harga komoditi pertanian ini, petani pun kembali menjadi lesu dari harga jual kelapa dalam tertinggal Rp 2.500 per buah kini harga jual tertinggi tinggal Rp.600 per buah. Ditambah lagi sebagian penampung penghasilan sehari-hari harganya pun terus mengalami penurunan. Dari harga tertinggi sebelumnya mencapai Rp 20.000 per kilogram kini hanya tinggal Rp 7.000 per kilogram. Sedangkan harga sawit yang menjadi andalan pun mengalami penurunan drastis. Dari harga Rp 1.500 per kilogram kini hanya tinggal Rp 400 per kilogram. 

Ambok Lauk, salah seorang petani mengatakan, 3 komoditi andalan petani cukup membingungkan. Bagaimana tidak, 3 komoditi ini memiliki waktu yang harus sama-sama dikerjakan dan tidak bisa dibiarkan. Dirinya mencontohkan,kelapa dan sawit jika sudah waktunya di panen, maka petani tidak bisa menunda-nunda lagi. Begitu juga dengan pinang, meski prosesnya lumayan lama, tetapi jika sudah masanya juga harus di panen.

"Kalau kita sayang dengan melihat harga murah. Hasilnya juga akan cukup merugikan petani. Kebun pun bisa rusak," katanya.

Dikatakannya, meski harga cukup murah, petani harus rela tetap menjual hasil pertanian. Karena dengan hasil 3 komoditi ini lah petani dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena selain dari hasil 3 komoditi ini, tidak ada penghasilan lain dari para petani.

"Kalau ada sampingan enak, ini dari 3 komoditi itulah yang di gilir untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," ucapnya. 

Turunnya 3 harga komoditi ini juga dirasakan oleh para toke-toke pengepul kelapa dalam,bsawit dan pinang. Meski harga anjlok para toke-toke pengepul masih kewalahan menerima penjualan dari para petani. 

"Karena 3 komoditi ini yang memang jadi andalan petani. Meski harga anjlok tetap di panen,"vjelas Basir, salah seorang pengepul pinang.

Ditambahkan Basir, karena harga anjlok toke-toke pengepul pun terpaksa harus membatasi stok di gudang. Karena untuk mengembalikan modal, para toke juga kesulitan dalam melempar hasil pengumpulan dari para petani. 

"Perputaran modal juga sulit. Bos besar sering lambat membayar dengan alasan keuangan lagi kosong," bebernya.

Basir pun berharap dalam waktu dekat ini 3 harga komoditi pertanian ini mengalami kenaikan. Sehingga petani kembali dapat bernafas lega.

Penulis : Hendri Rosta
Editor : Hendry Noesae

KOMENTAR DISQUS :

Top