Senin, 10 Desember 2018 |
Ekonomi

Petani di Tanjabtim Targetkan Panen Padi Tiga Kali Setahun

Minggu, 16 September 2018 19:50:23 wib

JAMBIDAILY TANJABTIM - Petani padi sawah di Desa Simpang Datuk, Kecamatan Nipah Panjang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), yang selama ini sukses panen dua kali setahun optimis bisa panen hingga tiga kali. Asalkan sejumlah infrastruktur dan alat mesin pertanian (alsintan) bisa lebih memadai. 

Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) setempat, Usyef Syaiful SY, kepada bupati Tanjabtim Romi Hariyanto memastikan bahwa petani Desa Simpangdatuk binaannya mampu mewujudkan rencana panen tiga kali setahun itu. 

“Asalkan pengairannya memadai dan alsintan ditambah,”janji Usyef kepada bupati Romi yang sengaja hadir pada panen raya Gerakan Tanam Padi Dua Kali Setahun (Gertaktanpadusta) di Desa Simpang Datuk, (15/9/2018).

Usyef berharap Pemkab bisa mengadakan pembuatan embung untuk kebutuhan areal tanam seluas 615 ha yang terhampar di sejumlah titik di wilayah Desa Simpang Datuk. Saat ini, terang Usyef, total lahan pertanian di Simpangdatuk ada 1.186 hektar. 

“Terluas di Tanjabtim, 89 hektar diantaranya kita galakkan palawija jagung,”kata Usyef.

Saat ini petani yang tergabung dalam 16 kelompok tani binaan Usyef mampu menyukseskan program Gertak Tanpa Dusta Pemkab Tanjabtim. Usyef bersyukur Pemkab membantu ketersediaan alsintan. Terutama lima unit jonder, 19 handtractor hibah dan 45 brigade. 

Alsintan itu dikelola oleh unit jasa pelayanan jasa alsintan (UPJA). 
Harapan petani yang disampaikan Usyef langsung dijawab dengan tegas Bupati Romi. Dia berjanji tahun 2019 akan dibangun embung. Bahkan kata Romi, dia juga akan mulai menerapkan program Mina Padi di Simpang Datuk. 

Mina padi adalah pola persawahan yang dikombinasi dengan perikanan budidaya. 

“Saya minta segera cari lokasi untuk pembuatan embung. Dan kita sudah programkan untuk Simpangdatuk ini tahun depan sudah mulai program mina padi, saya harap program ini bisa sukses seperti Gertak Tanpa Dusta,”kata Romi. 

Romi juga berjanji akan segera meningkatkan jalan usaha tani. Hal ini untuk meminimalisir turunnya kualitas hasil panen saat hujan turun. Untuk diketahui saat hujan, hasil panen sulit dibawa keluar dan terkadang membuat sejumlah panenan rusak. 

“Kita akan pastikan hal itu bisa diminimalisir,”janjinya.

 

Penulis : Hendri Rosta
Editor : Hendry Noesae

KOMENTAR DISQUS :

Top