Jumat, 21 September 2018 |
Hukum

Polres Tanjabbar Bekuk Penculik "Melati" di Batam

Senin, 09 Mei 2016 11:16:19 wib
Ilustrasi (google.co.id)

JAMBIDAILY HUKUM-Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, akhirnya petugas Polres Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) berhasil membekuk pelaku penculik anak bawah umur sebut saja "Melati" (16).

Pelaku, merupakan warga asal Aceh nama  Johan Andrean (33), baru 6 bulan hijrah dari Medan dan berdomisili di Kasang perumahan Mekar Jaya, berhasil ditangkap di rumah saudaranya di perumahan Sekupang Batam, Keppri.

"Ini berkat kerjasama dari Anggota Polda Kepri, Petugas Bandara dan Anggota Reskrim PolresTanjab Barat,"ungkap KapolresTanjab Barat, AKBP Agus Sumartono.SIK.SH.MH disela-sela menjemput pelaku bersama Bupati Tanjabbar DR H Safrial MS, Minggu 08 Mei 2016 di Pelabuhan Marina Kualatungkal.

Dari pelabuhan Marina, pelaku yang dikawal anggota Polres dengan senjata lengkap, langsung diboyong ke Mako PolresTanjab Barat untuk dilakukan pemeriksaan.

Dari keterangan pelaku, ketika diinterogasi di Mapolres Tanjabbar oleh Kasatreskrim, AKP Gotma Huliat, SH, pria kelahiran Aceh 15 Juni 1983 itu mengakui, kalau dirinya nekat melarikan korban (Melati-red) karena mencintai korban dan ingin menikahinya.

Berbeda, keterangan orang tua korban, ketika dirinya menjemput anaknya ke Batam, beberapa waktu lalu, anaknya itu seakan tidak mengenal dia.  Bahkan mau melarikan diri ketika melihat ibunya datang.

"Ketika mendapat informasi dari Polres anak Saya di Batam, langsung bertolak ke Batam menjemput anaknya tersebut. Ketika saya menemukan anak saya, kondisinya sangat memprihatinkan, lusuh dan baju compang-camping seperti gembel. Atas bantuan dari Ustad, anak saya diruqiyah. Alhamdulilah setelah itu baru anak saya sadar dan mengenal dirinya dan merasakan lapar serta minta makan. Baru paginya bertolak ke Kuala Tungkal",ungkap sang Ibu sedih.

"Sata minta pelaku itu dapat dihukum seberat-beratnya. Sebab selain anaknya sudah kehilangan mahkotanya karena digarap pelaku sampai berkali-kali dan membuat anak saya mengalami trauma,"harap sang Ibu.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati serta Kapolres dan jajarannya karena telah menangkap pelaku.

Bupati Tanjabbar H Safrial, mengatakan, sangat prihatin dengan kejadian ini, dan berjanji akan membantu korban.

"Atas adanya kejadian ini dihimbau kepada orang tua agar dapat mengawasi anaknya baik didalam rumah atau juga diluar rumah, terutama dengan penggunaaan gadget (handpone) oleh anak-anak bawah umur,"himbaunya.(jambidaily.com/RZA)

KOMENTAR DISQUS :

Top