Kamis, 21 November 2019 |
Hukum

Polres Tanjabbar Gagalkan Penyelundupan 69.305 Baby Lobster Tujuan Singapura

Kamis, 11 April 2019 16:42:34 wib

JAMBIDAILY KUALA TUNGKAL, Tanjabbar - Sebanyak 69.305 Ribu Baby Lobster senilai puluhan miliar yang akan dikirim ke Singapura, berhasil diamankan oleh jajaran Satuan Rest kriminal Kepolisian Republik Indonesia Resort (Polres) Tanjung Jabung Barat.

Selain mengamankan bibit baby lobster sebanyak 11 box berisi 69.305 ekor baby lobster, Sat Reskrim Polres Tanjab Barat, Dipimpin oleh Iptu Dian Pornomo, S.IK, MH juga turut mengamankan dua orang diduga pelaku yakni M (49) dan H (57).

”Adapun jenis baby lobster yang diamankan yakni, jenis baby lobster pasir sebanyak 68.200 ekor dan jenis mutiara sebanyak 1.105 ekor. Dengan nilai rupiah diperkirakan Rp. 10.230.000.000 (Sepuluh Milyar Dua Ratus Tiga Puluh Juta Rupiah). Puluhan ribu baby lobster ini rencananya akan dikirim oleh para terduga pelaku ke Singapura,” terang Kapolres Tanjab Barat AKBP A.D.G. Sinaga, S.IK didampingi Kasat Reskrim Polres Tanjab Barat dan Kapolsek KPM Kuala Tungkal saat menggelar Konferensi Pers, Kamis (11/4/19).

Sebagaimana dilansir laman serambijambi.id media partnership jambidaily.com, Kapolres mengatakan, baby lobster ini diselundupkan menggunakan mobil Inova, kemudian dilansir dengan menggunakan Speed Boat

Baby lobster ini rencananya akan diselundupkan ke Singapura. Namun, berkat ada informasi masyarakat dan kejelian anggota saat melakukan observasi dilapangan, akhirnya anggota berhasil mengamankan mobil Inova yang didalamnya berisikan 11 Box besar berisi baby lobster," katanya.

Perwira Jebolan AKPOL angkatan 1998 ini menambahkan, untuk barang bukti baby lobster ini selanjutnya akan dibawa ke Pangandaran untuk dilepasliarkan oleh Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kementrian Kelautan dan Perikanan (BKIPM). 

"Sementara untuk kedua terduga pelaku saat ini masih dilakukan pemeriksaan di Mapolres Tanjab Barat. Kedua terduga pelaku terancam dikenakan Pasal 88 UU No 45 tahun 2009 perubahan atas UU No 31 Tahun 2004,” tutupnya.

 

(Hendry Noesae)

KOMENTAR DISQUS :

Top