Minggu, 15 September 2019 |
Peristiwa

Prakarsa Madani Institute Gelar Workshop Forum Kemitraan Pembangunan Sosial SAD

Senin, 17 Juni 2019 07:21:50 wib
Sesi Konfrensi Pers/Foto: Jambidaily.com/HendryNoesae

JAMBIDAILY PERISTIWA – Prakarsa Madani Institute Gelar Workshop Forum Kemitraan Pembangunan Sosial Suku Anak Dalam (SAD) di V Hotel, kota Jambi 16 s.d 18 Juni 2019, untuk membangun kesepahaman tentang operasionalisasi forum kemitraan pembangunan sosial Suku Anak Dalam di provinsi Jambi dengan harapan dimasa mendatang SAD mendapat ruang yang sama dan setara, sehingga meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

Pembangunan Suku Anak Dalam (SAD) adalah proses perubahan sosial bagi Suku Anak Dalam yang harus direncanakan sedemikian rupa dimana dalam proses tersebut peranan manusia menjadi pusat dari proses pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya yang diikuti oleh proses pembangunan ekonomi yang dinamis. Dalam hal ini pembangunan sosial Suku Anak Dalam lebih menitikberatkan kepada proses pemberdayaan masyarakat sebagai kuncinya, dan perubahan sosial yang direncanakan. 

Kondisi kehidupan Suku Anak Dalam yang seringkali berpindah, minimnya akses transportasi dan komunikasi serta kehidupan Orang Rimba yang ekslusif menyebabkan Suku Anak Dalam kurang tersentuh oleh berbagai program pembangunan yang semestinya mereka dapatkan sebagai bagian dari masyarakat Indonesia.

Selain kondisi di atas, kehidupan Suku Anak Dalam saat ini telah mengalami perubahan sosial karena proses interaksi dengan dunia luar dan telah mengenal ekonomi uang. Di sisi lain terlihat adanya kerapuhan struktur sosial dan krisis kepemimpinan, lemahnya pemahaman terhadap adat istiadat terutama pada golongan kaum muda, adanya indikasi konflik horizontal yang bersifat laten antara Suku Anak Dalam dengan pihak-pihak eksternal.

Pada dasarnya, para pemangku kepentingan telah berupaya melakukan program dan kegiatan untuk mengatasi persoalan yang dihadapi oleh Suku Anak Dalam. Pemerintah daerah, telah membangun fasilitas rumah bagi Suku Anak Dalam, dengan harapan Suku Anak Dalam tidak lagi hidup berkelana dan dapat hidup menetap. Pihak Perusahaan, telah melakukan berbagai program dan kegiatan, mulai dari program kesehatan, program pendidikan, program ekonomi produktif bahkan bantuan beras bagi Suku Anak Dalam. Pihak Jenang, juga menyelenggarakan kegiatan sekolah alam di rumah singgah. Pihak Taman Nasional Bukit Dua Belas (TNBD), juga telah melakukan pembinaan agar Suku Anak Dalam dapat melakukan aktivitas usahatani dengan baik di dalam Kawasan TNBD. Namun demikian, berbagai program pemangku kepentingan tersebut, terkesan tumpang tindih dan belum bersinergi dengan baik.  

Pelaksanaan program pembangunan sosial masyarakat adat haruslah lebih mengedepankan pada pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat dan LSM, dan dunia usaha. Dalam kaitannya dengan pemberdayaan Suku Anak Dalam di kawasan TNBD telah ada partisipasi dari pihak LSM dan perusahaan perkebunan swasta yang berada di sekitar kawasan TNBD dalam melakukan program pemberdayaan. Namun hal ini belum dapat mencapai hasil yang optimal dikarenakan masih terbatasnya cakupan program, rendahnya efektifitas pelaksanaan, program masih bersifat karikatif, tidak adanya komunikasi yang efektif antara para pihak yang melakukan program pemberdayaan, dan tidak ada program pemberdayaan sosial dan ekonomi bagi Suku Anak Dalam. 

Menyadari kondisi di atas, para pihak pemangku kepentingan yang terkait dengan pembangunan sosial komunitas adat terpencil Suku Anak Dalam ini, telah melakukan sarasehan inisiatif forum kemitraan pembangunan sosial komunitas adat terpencil suku anak dalam di Provinsi Jambi di Jakarta pada tanggal 25 April 2019 dan telah menghasilkan kesepakatan untuk membangun kerjsasama dan berkoordinasi dalam Forum Kemitraan dalam melaksanakan pembangunan sosial Suku Anak Dalam secara sinergis dan berkelanjutan. Untuk menindak lanjuti hasil sarasehan tersebut, diperlukan workshop forum kemitraan multipihak dalam melaksanakan pembangunan sosial Suku Anak Dalam di Provinsi Jambi.

Adapun Tujuan Workshop secara khusus adalah: Membangun aturan dasar Forum Kemitraan Pembangunan Sosial Komunitas Suku Anak Dalam di provinsi Jambi, Membangun tata kerja para pihak  yang tergabung dalam Forum Kemitraan Dalam Pembangunan Sosial Suku Anak Dalam Di Provinsi Jambi, dan Menyusun rencana program kerja Forum Kemitraan Pembangunan Sosial Suku Anak Dalam Di Provinsi Jambi.

Hadir selaku Narasumber Workshop Forum Kemitraan Pembangunan Sosial Suku Anak Dalam adalah: (1) DR. Harapan Lumbangaol, Direktur Pemberdayaan KAT Dirjend Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial RI; (2) Ir. Dyah Murtiningsih, MHum, Direktur Direktorat Kawasan Konservasi Dirjend KSDA dan Ekosistem Kementerian LHK-RI; (3) Arief Munandar, SE, Kepala Dinas Sosial, Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Jambi.

Sementara itu Pada pembukaan Workshop, Minggu (16/06/2019) malam turut hadir Bupati Merangin, H Al Haris, Asisten II Setda Kabupaten Sarolangun, Perwakilan dari PT SAL dan Sinar Mas Group.

Peserta Workshop berasal dari OPD Dinas Lingkup Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten Merangin, Pemerintah Kabupaten Sarolangun, terdiri dari BAPPEDA, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial-PPPA, Dinas Dukcapil, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Perkebunan dan Peternakan, Kesatuan Pengelola Hutan Produksi, Balai Taman Nasional Bukit Dua Belas, Pemerintah Kecamatan Air Hitam, Pemerintah Kecamatan Tabir Selatan, Pemerintah Kecamatan Nalo Tantan, Pemerintah Desa, Perguruan Tinggi, GAPKI, PISPI, IKA Faperta UNJA, PT. Jambi Agro Wiyana PT. SAL 1, PT. Kresna Duta Agroindo, PT. Wana Perintis, PT. Petrochina Jabung Ltd, Tokoh SAD Temenggung, Jenang, Pangkal Waris, Ujung Waris, LSM SSS Pundi Sumatera, LSM Walestra Jambi dan LSM Prakarsa Madani Institute.

 

 

(Hendry Noesae)

KOMENTAR DISQUS :

Top