Sabtu, 22 September 2018 |
Advetorial

Program Berantas Buta Aksara Al-Qur'an, Dari Anak-anak Hingga Nenek-nenek

Selasa, 17 Mei 2016 18:30:12 wib
Ketua BKMT Merangin Hj Hesti Al Haris memberikan Al-Quran

JAMBIDAILY ADVETORIAL-Dari anak-anak hingga nenek-nenek, itulah Program berantas buta aksara Al Quran yang dicanangkan Bupati Merangin H Al Haris, terus digalakkan bimbingan mengaji di Mesjid-mesjid.

Seperti yang terlihat di  pengajian ibu-ibu di Mushola Baitunnajah Kelurahan Dusun Bangko yang digelar setiap Kamis misalnya. Tidak hanya para ibu-ibu yang diajarkan mengaji, tapi juga para nenek-nenek.

Menariknya, para nenek-nenek tersebut justru lebih bersemangat dalam mempelajari huruf-huruf Al Quran, sehingga kebanyakan nenek-nenek itu sudah lancar dalam membaca Al Quran.

Hal ini diungkapkan Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Merangin Hj Hesti Haris, setelah menghadiri acara pengajian yang berlangsung sangat sederhana di Mushola itu setia Hari Kamis.

‘’Saya sangat bangga dengan ibu-ibu dan nenek-nenek yang bersemangat belajar Al Quran. Biasanya pengajian ibu-ibu itu hanya mendengarkan ceramah dan Yasinan, tapi di Mushola ini diajarkan mengaji,’’ujar Hj Hesti Haris.

Ketua BKMT Merangin itu sangat salut dengan Ustad Baginda Martua Harahap, Ustad Ilham dan Ustazah Afni Musra yang melakukan bimbingan membaca Al Quran di Mushola tersebut.

Sementara itu kehadiran Hj Hesti Haris ditengah pengajian, mendapat sambutan luar biasa dari ibu-ibu para peserta hatam Al Quran dan undangan. Kehadiran Hj Hesti Haris di pengajian semakin memberi motivasi bagi para peserta untuk belajar membaca Al Quran.

‘’Kami sangat senang dengan kehadiran Ibu Ketua BKMT Kabupaten Merangin Hj Hesti Haris pada acara yang sangat sederhana ini. Sebenarnya kami malu, karena acara ini sangat sederhana untuk dihadiri Ibu Hj Hesti,’’ujar Ketua Pengajian.

Hj Hesti Haris yang mendengar pernyataan Ketua Pengajian itu langsung merespon. Menurut wanita pecinta bunga ini, justru beliau lebih suka dengan kesederhanaan seperti itu, sehingga tidak perlu terlalu repot menyiapkan penyambutan.

 ‘’Yang penting, dengan kesungguhan dan kemauan belajar ternyata  ibu-ibu bisa membaca Al Quran. Dari yang tidak tahu huruf Al Quran, sekarang  jadi paseh dalam membaca Al Quran, itulah yang luar biasa,’’terang Hj Hesti Haris.

Ketua TP PKK Merangin itu berharap, semoga ibu-ibu kelompok pengajian lainnya, bisa mencontoh pengajian di Mushola Baitunnajah. Belajar dari sekarang, tidak ada kata terlambat, jika sudah bertekat Allah yang akan memudahkan semuanya.(jambidaily.com/HMS/TEG)

KOMENTAR DISQUS :

Top