Minggu, 20 Oktober 2019 |
Ekonomi

Proyek Dinilai Bermasalah, Dinas PU Merangin Ancam Tak Mau Bayar

Selasa, 27 Oktober 2015 20:12:25 wib
Jalan Yang Dinilai Bermasalah secara kualitas pekerjaan

JAMBIDAILY BANGKO-Proyek pemiliharan jalan, di Dusun Tanjung Aman, Desa Muara Madras, Kecamatan Jangkat, disinyalir bermasalah. Proyek dengan nilai kontrak Rp. 784 Juta, yang dikerjakan oleh CV. Merangin Jaya Mandiri, dinilai bermasalah. 

Bahkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Merangin menegaskan tidak akan mencairkan dana, bila pihak rekanan tidak mau memperbaiki mutu perkerjaan.

Untuk diketahui, proyek dengan dana yang bersumber dari APBD Kabupaten Merangin 2015 tersebut, sudah berjalan sejak tanggal 10 Agustus 2015-10 November 2015. Pihak rekanan mengklaim jalan tersebut sudah selesai dikerjakan. Namun hasil pemeriksaan, tim dari Dinas PU dan konsultan pengawas jalan tersebut dikerjakan tidak sesuai speksifikasi teknis pekerjaan.

Kepala Labor Dinas PU Merangin, Bas Antonius, membenarkan bila jalan tersebut tidak sesuai dengan spek. Diantaranya kelas A belum padat dan laburan batu masih kurang. Tapi dengan sejumlah kekurangan jalan itu sudah keburu di aspal oleh rekanan.

‘’Kami dari labor sudah turun, itu pas sebelum diaspal. Saran kami waktu itu, suruh memadatkan dulu kelas A nya, kemudian baru ditambah laburan batu, disiram kemudian dipadatkan,” kata Bas Antonius, atau yang akrab disapa Sibas, Selasa (27/10).

Tapi kata Sibas, saran yang diberikan itu tidak diindahkan oleh pihak rekanan. Malah sebaliknya pihak rekanan pemenang tender jalan tersebut langsung melakukan pengaspalan.

‘’Tapi saran kami tidak dikuti, waktu itu mereka langsung memasang aspal,” jelasnya.

Untuk diketahui proyek pengaspalan jalan yang notabenenya terletak di kampung mertua Bupati Merangin, Al Haris tersebut terkesan asal asalan. Pasalnya selain tidak padat, lapisan kelas A yang sudah dipasang aspal juga tidak kuat.

Sibas mengatakan, solusi agar jalan tersebut memenuhi spesifikasi, pihak rekanan harus menyapu bersih lapisan pasir diatasnya. Kemudian pori pori kelas A yang sudah lepas dikasih lapisan laburan lagi. Kemudian dipadatkan, baru setelah itu diaspal ulang.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Merangin, Aspan, meminta agar rekanan untuk memperbaiki kualitas pekerjaan mereka. Bila tidak pihaknya tidak akan mau memproses pencairan yang diajukan oleh pihak rekanan.

‘’Yang jelas kita perintahkan suruh perbaiki dulu, sesuai dengan saran saran yang telah kita berikan. Sebelum mereka memperbaikinya, tidak akan kita bayar,” tegas Aspan.

Dia juga menyangkan sikap rekanan yang selama ini tidak mau mengikuti saran yang telah mereka berikan. Padahal kata Asapan, bila saran itu diikuti maka tidak akan ada masalah dengan mutu perkerjaan.

‘’Coba kalau mereka mengikuti saran kita dulu, sekarang tidak ada masalah. Kalau pekerjaannya seperti sekarang ini, sipa yang berani bayar, nanti kami yang kena (hukum),” Pungkasnya.

Buruknya kualitas pekerjaan juga dikeluhkan oleh warga setempat. Seperti yang dikatakan oleh Masduki, mengatakan, bila pihak rekanan tidak segera memperbaiki jalan tersebut, maka paling lama tiga bulan jalan tersebut sudah kembali hancur.

‘’Coba lah tengok,  motor saja yang lewat diatasnya batu batunya sudah mau lepas. Apalagi yang lewat nanti mobil dengan tonase sampai 4 ton, mungkin tiga bulan sudah hancur,”ujar Masduki.

Dia menambahkan, secara kasat mata selain kurang padat, lapisan aspal yang dipasang juga masih kurang. Sehingga membuat batu lapisan kelas A yang sudah dilapisi aspal mudah lepas. Ia menyarankan agar rekanan memperbaiki mutu pekerjaan, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.

‘’Kalau tidak diperbaiki, yang rugi nanti masyarakat juga. Kontraktor jangan cuma memikirkan diri dewek (sendiri) lah, kalau seperti itu merusak nama (baik) dewek di mata masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, kontraktor pelakasana dari CV Merangin Jaya Mandiri, Yaman, terkesan tidak mau dikambing hitamkan atas buruknya mutu pekerjaan jalan tersebut. Meski ia juga tidak membantah bila ada kelemahan dari pihak mereka.

‘’Kami sudah bekerja sesuai ketentuan, tapi pada saat mulai berjalan ada penambahan laburan, sehingga jadinya seperti itu. Ibarat kita masak satu canting, tentu sudah kita sesuaikan airnya. Tapi kemudian beras ditambah, makanya nasi itu jadi mentah,” kata
Yaman, mengilustrasikan persoalan proyek tersebut.

Terkait dengan adanya ancaman proyek tersebut terancam tidak akan dibayar, Yaman, mengaku tidak semudah itu pihak Dinas PU mengeluarkan acaman. Ia mengatakan masih ada proses dan ketentuan yang harus diperhatikan.

Bahkan dengan nada kesal, Ia mengatakan akan mengajukan opnam atau menghitung progres pekejaan yang sudah dia laksanakan. Bahkan Ia mengaku tidak takut bila perusahaannya akan di blacklist bila jalan terakhirnya adalah opnam.

‘’Saya kan sudah mencairkan 30 persen, bila nanti hasil opnam pekerjaan saya baru 20 persen, artinya saya harus mengembalikan uang 10 persennya. Tapi bila nyatanya 70 atau 90 persen, maka sisa dari 30 persen akan saya bongkar,” tegasnya kepada awak media melalui ponselnya.

Dia juga mengaku akan siap memperbaiki proyek itu bila ada kekurangan. Dengan catatan ada kesepakatan antara dia dan Pihak Dinas PU, yang dirasa tidak merugikan pihaknya.

‘’Kalau belum ada kesepakatan kita tidak akan memperbaikinya,”tegas Yaman.(jambidaily.com/NZR)

KOMENTAR DISQUS :

Top