Senin, 21 Oktober 2019 |
Ekonomi

Proyek Rumah Nelayan di Mendahara Rusak Sebelum Dihuni

Minggu, 15 September 2019 12:07:00 wib
JAMBIDAILY TANJABTIM - Sebanyak 50 unit proyek pembangunan perumahan untuk nelayan di kelurahan Mendahara Ilir, kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) bernilai miliaran rupiah sudah rusak-rusak sebelum dihuni penerima manfaat bantuan.

Pengamatan di lokasi, saat ini kondisi pondasi sejumlah bangunan tampak mulai menggantung, sehingga terkesan hanya menempel di permukaan tanah.

"Bahkan tidak hanya itu, ada juga bangunan tiang pondasi yang sudah patah dan menampakkan besi coran, bisa dilihat bangunan rumah nelayan yang nomor 50,itu tampak parah nian,"sebut warga di lokasi yang enggan disebutkan identitasnya, Sabtu (14/09/19).

Bangunan proyek yang bersumber dari APBN Tahun 2018, melalui Kementerian PUPR yang melekat pada Satuan Kerja Non Vertikal (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Jambi itu, kini kondisinya mengkhawatirkan.

"Kalau dilihat dari jauh bangunan miliaran ini memang mewah, tapi kalau dari dekat banyak yang sudah rusak. Ada dinding bangunan dekat jendela mulai retak, di bagian lantai jalan di areal perumahan yang terbuat dari beton ini pun ada yang retak dan miring,"kata warga.

Ketua LSM Gaung Demokrasi Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Muhammad Hidayatullah Dachi membenarkan jika kondisi bangunan perumahan nelayan tersebut menunjukkan kualitas yang diduga sangat buruk.

"Memang buruk kualitas bangunannya. Ya lihat sendiri, nelayan belum menempati sebagian pondasi bangunannya sudah nampak memprihatinkan," jelas Dachi.

Ia menyebutkan, proyek tahun 2018 dengan nilai miliaran rupiah itu diduga tanpa penggalian tanah saat pembuatan pondasi. Aktivis yang dikenal getol memperjuangkan aspirasi rakyat ini menginginkan adanya perbaikan terhadap kerusakan sejumlah bangunan rumah nelayan tersebut.

"Bila gak juga dilakukan perbaikan, penegak hukum harus turun ke lokasi melakukan penyelidikan. Saya minta proses Perusahaan yang mengerjakan perumahan nelayan di kecamatan Mendahara ini. Dalam waktu dekat kami juga akan membuat laporan ke penegak hukum terkait hal ini,"pungkasnya.

Sementara itu, hingga berita ini dirilis, pihak rekanan dan pihak SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Jambi belum berhasil dikonfirmasi.

Penulis: Hendri Rosta /Editor: Hendry Noesae

KOMENTAR DISQUS :

Top